Ketua DPRD: Bu Risma dan Mas Eri Cepat Mengeksekusi Problem Kampung

harianmerahputih.id
Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Surabaya yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya meresmikan Balai RT dan MCK di RT 15, RW 7, Kelurahan Wonokromo, Surabaya, Senin (21/9/2020).

MERAH PUTIH | Surabaya – Program kerakyatan seperti pendidikan gratis yang sudah berjalan baik di Kota Surabaya jangan sampai terhapus. Pemkot Surabaya sejak era Wali Kota Bambang DH, dilanjutkan Wali Kota Tri Rismaharini telah menerapkan pendidikan gartis untuk SD negeri dan SMP negeri. Karena itu, warga Surabaya jangan sampai salah memilih pemimpin di Pilkada 2020 agar kebijakan pro-rakyat itu tidak terhapus.

Demikian diungkapkan Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya, Selasa (22/9/2020). "Pada era Bu Risma, pendidikan SMA negeri dan SMK negeri juga telah digratiskan sebelum diambil alih Pemprov Jatim. Jangan sampai pendidikan gratis hilang karena Surabaya dipegang pemimpin yang tidak paham problem kota dan masyarakatnya," kata politisi yang akrab disapa Awi ini.

Untuk itu, Awi beberapa kali pada saat pertemuan dengan warga selalu memperkenalkan sosok pemimpin yang akan menggantikan Wali Kota Risma, yakni Eri Cahyadi yang dikenal sebagai birokrat berpengalaman. Terakhir Awi memperkenalkan Eri Cahyadi kepada warga pada saat meresmikan Balai RT dan MCK di RT 15, RW 7, Kelurahan Wonokromo, Senin (21/9) kemairn.

Menurut Awi, Bakal Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya telah membantu Wali Kota Risma relatif cukup lama. "Wali Kota Risma dan Mas Eri dikenal cepat dalam mengeksekusi problem-problem perkampungan sehingga Surabaya tertata sedemikian baik dan maju, seperti saat ini," ujarnya.

Begitu juga Bakal Calon Wakil Wali Kota Armuji yang juga mantan Ketua DPRD Kota Surabaya dikenal sebagai politikus kerakyatan yang populis di mata rakyat Surabaya. "Seperti Bu Risma, Mas Eri, dan Cak Armuji sangat paham karakter rakyat Surabaya, sangat paham kebutuhan masyarakat Surabaya karena berpengalaman di pemerintahan," tandas mantan wartawan ini.

Seperti diketahui, pada Pilkada Surabaya, 9 Desember 2020 mendatang, hanya dua Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang akan berkompetisi. Dua Paslon yang semuanya di usung oleh Partai Politik yaitu Eri Cahyadi - Armudji dan Machfud Arifin - Mujiaman Sukirno.

Pasangan Machfud Arifin - Mujiaman didukung koalisi besar yang berisi 8 partai, yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Masdem. Koalisi tersebut melawan pasangan Eri Cahyadi - Mujiaman yang hanya diusung partai tunggal PDI-P dan didukung Partai Solidaritas Indonesia. (rga)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru