Tiga Keunikan Pilkada Jember

harianmerahputih.id
Petahana Bupati Jember Faida tidak diminati parpol. Bahkan, Faida maju melalui jalur perseorangan. | HMP/ANTARA

MERAH PUTIH | Jember - Pengamat politik dan kebijakan Universitas Jember Hermanto Rohman mengatakan pemilihan kepala daerah yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki tiga keunikan.

1. Petahana tidak diminati parpol
"Keunikan pertama adalah kebiasaan calon petahana yang awalnya didukung oleh partai, maka pada periode kedua pencalonannya mestinya berangkat dengan partai yang sama untuk melanjutkan programnya, namun tidak di Jember," cetus Hermanto, Selasa (22/9).

Ia mengatakan pada Pilkada Jember 2020 justru partai pendukung sebelumnya, bahkan hampir semua partai tidak mau memberikan rekomendasi-nya kepada petahana, padahal petahana sempat mendaftar ke salah satu partai politik besar juga, sebelum memilih jalur perseorangan.

2. Parpol vs suara rakyat
"Keunikan kedua adalah dengan komposisi dukungan partai pada dua (bakal) pasangan calon dan satu calon perseorangan (petahana) menjadikan persepsi bahwa Pilkada Jember adalah kekuatan parpol vis a vis kekuatan rakyat pada petahana," tuturnya.

3. Petahana yang dilengserkan
Keunikan ketiga, sambung Hermanto, Pilkada Jember dimulai dengan konflik berkepanjangan antara eksekutif dan legislatif, sehingga muncul putusan mufakat secara politik melalui hak menyatakan pendapat untuk melengserkan petahana. (jmb/rga)

Editor : Rangga Putra

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru