Dokumen persyaratan yang lengkap itu meliputi hasil tes kesehatan atau general check up berupa pemeriksaan jasmani, psikologi, serta penyalahgunaan narkoba.
MERAH PUTIH | Surabaya - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya Nur Syamsi memastikan semua dokumen administrasi persyaratan pencalonan Pemilihan Umum Wali Kota (Pilwali) Surabaya pasangan Eri Cahyadi-Armuji dan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno lengkap.
"Sebelumnya ada satu paslon yang ada perbaikan, lalu sudah diperbaiki. Satu paslon lainnya lengkap tidak ada perbaikan. Jadi, kedua-duanya lengkap," ungkap Nur Syamsi, Selasa (22/9).
Menurut Nur Syamsi, dokumen persyaratan yang lengkap itu meliputi hasil tes kesehatan atau general check up berupa pemeriksaan jasmani, psikologi, serta penyalahgunaan narkoba.
Lantaran semua bapaslon sudah lengkap dokumen administrasinya, KPU lantas menggelar rapat pleno tertutup sesuai PKPU No. 9 tahun 2020.
Nur Syamsi lantas memastikan, pengumuman penetapan pasangan calon kontestan Pilkada Surabaya 2020 digelar usai rapat pleno tertutup di kantor KPU Surabaya, pukul 10.000 WIB hari Rabu (23/9) ini.
"Hasil rapat pleno tertutup itu lalu kami tuangkan dalam surat keputusan (SK) KPU. SK yang kami terbitkan itu kami serahkan ke masing-masing paslon. Kalau memenuhi syarat (MS) maka bisa berlanjut tahapan berikutnya, kalau tidak memenuhi syarat (TMS) maka tidak bisa melanjutkan," ujar Syamsi.
Panen dukungan
Sementara itu, dukungan terhadap bapaslon Eri Cahyadi-Armuji terus mengalir. Teranyar, muncul relawan Sahabat Eri Cahyadi (SAE). “Pembangunan baik fisik maupun sumber daya manusia (SDM) di Surabaya sudah berjalan baik. Dan itu perlu dilanjutkan oleh Eri-Armuji,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) SAE, Hariyanto.
Di lain pihak, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, pendidikan gratis untuk SD Negeri dan SMP Negeri dilanjutkan.
“Jangan sampai pendidikan gratis hilang, karena Surabaya dipegang pemimpin yang tidak paham kota dan masyarakatnya,” kata Adi.
Terpisah, kubu MA-Mujiaman pun memperoleh tambahan dukungan. Kali ini, datang dari DPD Partai Perindo Kota Surabaya. Mereka mengklaim memiliki lebih dari 50 ribu pemilih.
"Kami yakin mampu mendulang suara tambahan untuk pasangan MA-Mujiaman," tutur Ketua DPD Perindo Surabaya Samuel Teguh Santoso.
Untuk program pendidikan MA-Mujiaman berjanji mensejahterakan para guru. Janji dan komitmen itu, mereka ungkapan ketika di hadapan guru-guru SD se-Surabaya, Selasa (22/9).
“Kami punya tagline Maju Kotane Makmur Wargane. Saya tidak ingin sekedar membangun, tapi bagaimana mensejahterakan warga termasuk para guru,” ujar mantan Kapolda Jatim ini.
Satu positif covid
Terpisah, KPU Jatim menyampaikan, bakal kontestan di Pilkada Serentak 2020 yang masih terkonfirmasi positif COVID-19 tinggal satu orang. "Sampai sekarang tinggal satu bakal kontestan yang dinyatakan belum sembuh dan itu sudah kami laporkan ke KPU RI," ujar Komisioner KPU Jatim Insan Qoriawan.
Menurut dia, tugas KPU Jatim adalah menerima laporan dari KPU Kabupaten/Kota, kemudian melaporkannya ke KPU RI. Insan mengaku beberapa hari lalu menerima laporan dari penyelenggara pilkada di daerah bahwa terdapat empat bakal kontestan yang terkonfirmasi positif COVID-19, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Malang.
"Surabaya, Sidoarjo dan Trenggalek sudah negatif hasilnya. Tapi yang di Malang masih belum, yakni dari calon perseorangan. Semua sudah kami laporkan ke KPU RI," kata komisioner divisi bidang teknis dan penyelenggaraan tersebut. (ton/ilm/tri/rga)
Editor : Rangga Putra