MERAHPUTIH| MALUKU-Setelah melakukan demo dalam dua hari terakhir, akhirnya tokoh - tokoh masyarakat adat dan intelektual serta 15 paguyuban Maluku Barat Daya (MBD) di kota Ambon ditemui Sekda Maluku Kasrul Selang, Senin (28/9). Pertemuan berlangsung di di lantai 6 kantor Gubernur Maluku.
Dipimpin oleh Prof Watloly, dan Ketua Pemaskebar Prof Bob Mose, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam itu, salah satu tokoh intelektual MBD Dr Yustinus Male memberikan masukan kepada pihak Pemprov terkait dengan MBD yang tidak berdampak Amdal Blok Masela.
"Kita sudah sampaikan alasan-alasan historis dan ilmiah tentang penolakannya karena ini dari masyarakat yang terdampak, kemudian kita saling diskusi dan berbagai data dan fakta, kenapa SKK Migas dan Inpex Corporation tidak merasa kami terdampak,” ujar Yustinus Male.
Sementara itu Sekda Maluku Kasrul Selang mengatakan, “Kami sudah memahami maksud bapak-bapak, ini kan terlalu umum, untuk teknisnya akan dibicarakan secara internal, soal kebijakan pertambangan dan migas itu ada di pemerintah pusat,” tutur Kasrul.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
"Nànti katong akan menyampaikan aspirasi, menyediakan wadahnya sehingga akan dipertemukan dengan pihak Inpex, jadi sekarang katong baru dengar dari bapak-bapak dong nanti, akan ada ruang untuk bertemu dan saling bertukar data dan fakta,”sambung Kasrul.
Pantauan Harian Merah Putih dalam pertemuan tersebut belum ada ada kesimpulan atau solusi apa pun, karena harus ada 2 pihak yang bertemu dalam hal ini masyarakat terdampak Amdal Blok Masela dan SKK Migas dan pihak Inpex. Karèna SKK Migas yang mengarahkan Inpex untuk study Amdal.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Hadir pada Pertemuan tersebut Kadis Lingkungan Hidup Roy A Siauta dan staf, Kepala Kesbangpol ibu Habibah Saimima.(boy)
Editor : Eko Yudiono