Komplotan Jambret Spesialis Anak-anak Ditembak Polisi

harianmerahputih.id
Mochamad Busron Fahrudin (20), dan Mochamad Fahrul (20), tersangka jambret yang kerap menyasar perempuan dan anak-anak. | HMP/IST

MERAH PUTIH | Surabaya - Aksi kriminal Mochamad Busron Fahrudin (20) dan Mochamad Fahrul (20) mesti diakhiri. Pasalnya, dua sekawan ini telah menjambret sebanyak 11 kali di Kota Surabaya. Saat ditangkap polisi, keduanya melawan dan mecoba kabur. Akibatnya, kaki masing-masing ditembus timah panas.

"Mereka berdua bertetangga. Kami tangkap di rumah masing-masing," ungkap Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksono, Rabu (30/9).

Baca juga: Dua Pemuda Nekat Menjambret Setelah Dirumahkan Akibat Pandemi Covid-19

Iptu Arief memaparkan, kawanan jambret ini berhasil ditangkap karena adanya laporan penjambretan yang terekam kamera pengawas di Jalan Menur Pumpungan. Terlebih, aksi mereka viral di media sosial. Berdasarkan informasi tersebut, polisi lantas mengidentifikasi pelaku.

Adalah tersangka Fahrul yang ditangkap pertama. Lalu, dia diminta untuk menunjukkan di mana rekan jambretnya. Tapi, Fahrul malah berusaha kabur. Tembakan peringatan tak diindahkan. Terpaksa, polisi menembak kakinya. Lalu, polisi menuju ke rumah Busron.

"Mengetahui polisi datang dari pintu belakang, Busron pun berusaha kabur," papar Iptu Arief. "Dikenai tindakan yang sama," tambahnya.

Menurut Iptu Arief, kawanan jambret ini mengendarai motor secara boncengan. Mereka menargetkan perempuan dan anak-anak yang sedang bermain ponsel. "Anak-anak dan perempuan itu tidak melawan. Diambil langsung ditinggal pergi," aku para tersangka.

Setelah berhasil menjambret, barang tersebut lantas dijual secara daring. Hasil penjualan tersebut lantas dibagi dua. (her/rga)

Editor : Rangga Putra

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru