Mau Wisata di Yogya sambil Bersepeda? Gampang, kini Ada Aplikasi JSS

harianmerahputih.id
Salah satu rute wisata sepeda yang akan dilalui di Kota Yogyakarta. (HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

MERAHPUTIH| YOGYAKARTA- Mau berwisata di Yogyakarta sembari bersepeda? Pastinya lebih mengasyikan. Nah, wisatawan yang hendak menikmati keindahan Yogyakarta dengan besepeda kini lebih dimanjakan.

Rute wisata bersepeda kini bisa diakses via Jogya Smart Service (JSS). Menunya ada di Gowes Kota Yogyakarta. Tinggal klik langsung bisa menikmati keindahan Jogya dengan lebih mudah dan terukur.

Baca juga: Gunung Slamet Menyapa Dunia: 1.000 Pelari Jelajahi Keindahan Alam dalam Slamet Trail Run 2025

“Supaya wisatawan, khususnya wisatawan dari luar Kota Yogyakarta tidak kesulitan menikmati rute wisata sepeda tersebut, maka cukup mengaksesnya melalui Jogja Smart Service (JSS),” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Sabtu.

Dalam aplikasi tersebut, sudah langsung ditunjukkan lima rute sepeda yang masing-masing memiliki tema tersendiri sekaligus jalur dan jarak tempuh yang akan dilalui.

Terdapat lima rute wisata sepeda yang disiapkan yaitu rute pertama bertema Romansa Kota Lawas dengan jarak tempuh sekitar 12 kilometer. Rute tersebut diawali dari depan kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta di Kotabaru menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sajiono, Jalan Juandi, Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Kusumanegara menuju kawasan Kotagede dan berakhir di Bendung Lepen Giwangan.

Di sepanjang jalur tersebut, wisatawan dapat menikmati suasana warisan Kotabaru yang dipenuhi dengan bangunan bergaya Indis, Masjid Perak Kotagede, menikmati kuliner di Lapangan Karang, Masjid Besar Mataram, Taman Gajah Wong dan menikmati kesegaran alam di Bendung Lepen.

Rute dua yang disiapkan bertema Tilik Jeron Beteng sepanjang 8,8 kilometer yang diawali dari Pasar Pakuncen, Kampung Ketanggungan, Sindurejan, Suryodiningratan, Magangan dan berakhir di Plaza Pasar Ngasem.

Di sepanjang rute tersebut, wisatawan dapat menyusuri situs Keraton Yogyakarta dan mengulik potensi di sekitar Keraton, Taman Sari, Alun-Alun Yogyakarta sertamenyusuri Sungai Winongo sisi selatan serta menikmati Bendung Tanjung.

“Kawasan ini menawarkan suasana zaman dulu di Yogyakarta dengan sensasi yang berbeda,” katanya.

Baca juga: Pesona Sejuk dan Hangat Cangar: Ketika Alam dan Inovasi Bertemu di Lereng Arjuno

Sedangkan rute tiga bertema Jajah Kampung Susur Sungai sepanjang 6,7 kilometer, yaitu menikmati suasana di seputar Sungai Winongo dan Sungai Code sembari menikmati potensi seni dan budaya seperti Jathilan, menikmati kampung sayur, kerajinan, dan kuliner.

“Jika menjelajah pada hari Minggu, maka wisatawan juga dapat menikmati Pasar Minggon Code yang menjajakan kuliner dari warga sekitar,” katanya.

Rute keempat bertema hampir sama yaitu Jajah Kampung yang menawarkan wisata di seputar kawasan warisan dengan bangunan-bangun kuno seperti di Museum Wiratama, bengkel kereta api Balai Yasa, hingga makan Wijaya Brata. Rute ini menempuh jarak 6,5 km.

“Rute ini melewati kampung wisata yang menjadi sentra batik jumputan, wayang karakter hingga cosplay yang sudah dijual hingga mancanegara,” katanya.

Sedangkan rute terakhir berada di sekitar Taman Pintar Yogyakarta sepanjang 6,5 km. Wisatawan akan diajak bersepeda dari Taman Pintar menuju ke arah selatan dan berakhir di Giwangan yang nantinya akan menjadi lokasi Taman Pintar 2.

Baca juga: BEC 2025 Tampil Spektakuler, Khofifah Resmikan Peragaan Budaya Kelas Dunia di Banyuwangi

Rute ini melewati kampung yang selama ini dikenal sebagai kampung turis yaitu Kampung Prawirotaman serta di Kampung Keparakan yang selama ini menjadi sentra kerajinan sandal kulit, kaos, tas, hingga batik dan lurik serta kuliner sepanjang Sungai Code.

“Wisata sepeda di Yogyakarta berkeliling kampung ini adalah wisata yang santai. Wisatawan akan menikmati keramahan masyarakat dan potensi-potensi di perkampungan,” katanya.

Melalui wisata sepeda tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya untuk menumbuhkan sektor perekonomian masyarakat secara langsung yang terdampak pandemi COVID-19. “Tentu saja, semuanya harus dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan atau pakai hand sanitizer,” katanya. (red)

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru