MERAHPUTIH | SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.S,i bersama dengan Pejabat utama (PJU) Polda Jatim menerima Audiensi dan Silaturahim Kyai Sepuh Pamekasan, Madura, Jawa Timur, di Selasar Gedung Tribrata, lantai 2 Mapolda Jatim, Jumat (9/10/2020).
Dari audiensi yang dilakukan antara Kapolda Jatim dan Kyai Sepuh asal Pamekasan, Madura ini, para kyai menyampaikan bahwa kondisi di Pamekasan banyak berbagai persoalan.
Baca juga: Operasi Zebra Semeru 2025 Digelar: Janji Ketertiban di Jalan, Realita Masih Menguji
Sehingga para kyai sepuh ingin menyampaikan persoalan yang terjadi kepada Kapolda Jatim.
Salah satu persoalan yang terjadi di Pamekasan, bahwa saat ini banyak informasi informasi Hoax yang ada di Media Sosial (Medsos).
Sehingga para kyai meminta dan berharap kepada aparat penegak hukum untuk dapat mengantisipasi persoalan tersebut.
Agar berita ataupun informasi yang ada di medsos ini tidak menimbulkan kegaduhan di Pamekasan.
Baca juga: Musim Berganti, Jatim Bersiap: Ribuan Pasukan Gabungan Siaga Tanggap Darurat
Mendapatkan informasi dari para Kyai Sepuh tersebut, Kapolda Jatim menyampaikan siap untuk menyelesaikan persoalan itu.
Pihaknya akan meminta Tim Cyber untuk melacak medsos yang membuat gaduh di Pamekasan Madura.
"Saya akan siap membantu para kyai sepuh di Pamekasan soal banyaknya informasi hoax yang ada di Pamekasan. Agar problem yang terjadi ini tidak menimbulkan kegaduhan, supaya kondisi di Jatim khususnya di Pamekasan bisa tenang dan damai agar tidak menimbulkan konflik," ucap Kapolda Jatim, Irjen Fadil Imran.
Sementara itu Kyai Sepuh yang diwakili oleh KH. Afifuddin Toha menyampaikan, bahwa saat ini banyak berita hoax dan ujaran kebencian yang ada di media sosial (medsos).
Sehingga pihaknya datang dan bertemu serta Silaturahim dengan Kapolda Jatim untuk menyampaikan hal tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Jatim, yang telah menyempatkan waktu untuk bersilaturahim dengan kami. Saya berharap, Kapolda Jatim bisa segera menyelesaikan problem yang ada di Pamekasan," kata KH. Afifuddin Toha.(*)
Editor : Agiyo monseh F