Terlibat Rusuh Demo Tolak Omnibus Law, Ratusan Pelajar Dipulangkan

harianmerahputih.id
Kapolda Jatim Irjen Fadil Imran memberikan nasehat kepada salah satu pelajar yang sempat diamankan Polda Jatim.

MERAHPUTIH | SURABAYA - Pasca terjadinya aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, ratusan orang yang disinyalir membuat onar dan bertindak anarkis pada waktu demo menolak UU Cipta Kerja diamankan di Polda Jatim, untuk dilakukan pendataan.

Ratusan orang tua juga sudah terlihat antri ingin menjemput anak mereka untuk bisa kembali pulang ke rumah.

Baca juga: Operasi Zebra Semeru 2025 Digelar: Janji Ketertiban di Jalan, Realita Masih Menguji

Mulai jumat pagi hingga sore, mereka masih menunggu giliran untuk dilakukan pendataan terlebih dahulu oleh polisi.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Moch. Fadil Imran, melihat secara langsung proses pemeriksaan terhadap ratusan pemuda yang telah diamankan setelah menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, kemarin.

Kapolda Jatim menyebutkan, bahwa Polda akan memulangkan mereka yang sudah ditangkap oleh pihak kepolisian, setelah melakukan aksi unjuk rasa kemarin sore.

Mereka yang ditangkap ini kebanyakan masih pelajar, baik Mahasiswa maupun masih sekolah.

Polri mempersilahkan bagi siapapun untuk mengutarakan dan menyampaikan aspirasi ke publik. Namun, jika ada yang melakukan tindakan anarkis, Polri tidak akan berikan toleransi bagi siapapun dan akan dilakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.

"Saya akan pulangkan mereka yang sudah kita amankan, dan akan dikembalikan ke orang tua. Namun saya tidak akan beri toleransi bagi siapapun, jika terbukti melakukan tindakan anarkis," kata Kapolda Jatim, Irjen Fadil Imran, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Musim Berganti, Jatim Bersiap: Ribuan Pasukan Gabungan Siaga Tanggap Darurat

Fadil menambahkan mereka yang disinyalir sebagai pembuat onar maupun provokasi saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya akan diberikan tindakan tegas.

Karena menurut Fadil, akibat ulah mereka banyak fasilitas umum yang rusak, seperti melakukan pembakaran fasum, bahkan ada yang merusak mobil polisi dan milik masyarakat umum.

"Saya akan proses hukum bagi mereka yang melakukan pengerusakan fasum dan memprovokasi terjadinya kericuhan saat demo di Grahadi. Karena saya yakin yang melakukan pengerusakan bukan mahasiswa dan pelajar, namun ada kelompok lain yang sengaja memprovokasi," ujar Kapolda.

"Saya berharap, setelah ratusan pelajar ini kita serahkan dan kembalikan ke orang tua. Mereka bisa dilakukan pembinaan lebih baik dan diberi nasehat," imbuh Irjen Fadil.

Baca juga: Khofifah dan Wamendagri Kompak di Surabaya: Aktifkan Siskamling, Perangi Narkoba, dan Perkuat Ketahanan Pangan

Selain itu, Polda juga telah melakukan Rapid Test dan Swab Test terhadap ratusan orang yang sudah diamanakan.

Hal ini sebagai bentuk antisipasi penyebaran covid-19.

"Saya harap orang tua nanti bisa memberi nasehat kepada anak anaknya, agar tidak ikut dalam aksi apapun jika memang tidak mengerti maksud dan tujuannya. Selain itu, kita lakukan rapid dan swab sebagai bentuk antisipasi penyebaran covid-19," terangnya.

Setelah menemui ratusan orang tua yang menunggu di depan kantor Ditreskrimum Polda Jatim, Kapolda membagikan masker dan juga memberikan vitamin bagi orang tua yang akan menjemput anaknya. (*)

Editor : Agiyo monseh F

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru