MERAH PUTIH | Surabaya - Informasi hoaks adanya tim sukses (timses) dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) disikapi tegas. Setelah dibantah Pemkot Surabaya, Tim Pemenangan Calon Wali Kota Surabaya dan Calon Wakil Wali Kota nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armudji, juga siap melaporkan penyebar kabar hoaks itu ke polisi.
Juru Bicara Eri-Armudji, Aprizaldi, menegaskan penyebaran hoaks tidak mendidik masyarakat. Bahkan melanggar hukum. Pihaknya akan menempuh tindakan hukum. Aparat hukum perlu menertibkan hoaks-hoaks yang memecah belah rakyat hanya demi kepentingan politik jangka pendek.
"Rupanya ada yang galau karena besarnya dukungan publik terhadap Mas Eri, sehingga kini membabi buta dengan menyebar hoaks yang menggelikan soal adanya pembentukan timses dari kalangan ASN," ujar Aprizaldi, Senin (12/10)
Sebelumnya beredar kabar ada pembentukan timses Eri-Armuji dari kalangan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Sejumlah nama disebut dalam struktur timses tersebut, mulai sekkota, kepala dinas, hingga camat.
Aprizaldi menambahkan hoaks adalah pendidikan politik yang buruk bagi masyarakat. Aksi hoaks hanya dilakukan oleh pihak yang menghalalkan segala cara demi sebuah kemenangan.
"Menang itu harus, tetapi menebar hoaks jangan. Biasanya yang menyebar hoaks adalah pihak yang ketakutan, tidak kreatif dan males mikir," kata Aprizaldi.
Meski diserang hoaks, lanjut Aprizaldi, pasangan Eri-Armuji meminta seluruh kader partai dan relawan untuk tetap berkampanye secara santun dan positif. "Mas Eri Cahyadi dan Cak Armuji tidak ingin Pilkada Surabaya jadi ajang tebar fitnah. Jadi, beliau berdua meminta kepada seluruh tim untuk tetap berkampanye dengan dasar-dasar program, bukan fitnah," tandas Aprizaldi.
Pilwali Surabaya 2020 diikuti pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Eri Cahyadi dan Armuji dengan nomor urut 1 yang diusung PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI.
Selain itu, mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari enam partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.
Sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut 2 diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai non-parlemen yakni Partai Perindo. (ara/rga)
Editor : Ali Mahfud