Ditreskrimsus Polda Jatim Tangkap Peretas Situs KPU Jember

harianmerahputih.id
Kabid Humas bersama Dirreskrimsus, dan Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim ketika menunjukan barang bukti ungkap kasus peretasan website KPU Jember, di Mapolda Jatim, Selasa (13/10/2020).

MERAHPUTIH | SURABAYA - Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengamankan pelaku peretasan situs KPU Kabupaten Jember.

Dari ungkap kasus itu Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan dua pelaku inisial DA (23) warga Jalan Tanjung Raya, Kecamatan Wonokromo, Kabupaten OKU Timur, dan satu pelaku masih berstatus pelajar SMP inisial ZFR (14) warga Kampung Cibaru, Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten.

Baca juga: Humas Polri Siap Wujudkan Kamtibmas Kondusif

"Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim telah mengamankan pelaku peretasan situs KPU Kabupaten Jember, dimana pelakunya bukan merupakan warga Jawa Timur, melainkan dari Banten, dan Sumatera Selatan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko ketika rilis di Mapolda Jatim, Selasa (13/10/2020).

Truno menjelaskan bahwa peretasan ini tidak ada kaitan dengan Pilkada Jember yang akan berlangsung pada Desember nanti.

"Jadi ini motifnya tidak ada kaitan dengan Pilkada Jember. Lebih jelasnya nanti akan disampaikan oleh Pak Dirreskrimsus Polda Jatim," terang Truno.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan polisi tentang peretasan website milik KPU Kabupaten Jember yang diretas pada 6 Oktober 2020 lalu.

"Pengungkapan ini bermula dari laporan polisi yang diterima oleh Polres Jember pada 7 Oktober 2020. Dari situ kemudian kita tindaklanjuti dan berhasil mengamankan dua pelaku, di mana satu pelaku inisial DA telah kami tahan, dan satu pelaku ZFR tidak kami tahan namun proses tetap berlanjut," terang Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

Dijelaskan Gidion bahwa peretasan yang dilakukan pelaku dengan mengganti tampilan halaman depan website KPU Kabupaten Jember dengan gambar dan tulisan yang menghina lembaga negara.

Gidion juga mengaskan bahwa peretasan yang dilakukan oleh pelaku ini tidak ada kaitan dengan Pilkada Jember.

"Para pelaku ini mengganti halaman depan website KPU Jember dengan gambar tidak senonoh. Dan dari hasil pendalaman kami tidak menemukan adanya unsur politik dari peretasan website KPU Jember," jelas Gidion.

Lebih lanjut Gidion menerangkan bahwa motif pelaku melakukan peretasan adalah murni karena faktor ekonomi dan esensi para pelaku di dunia hacker.

Baca juga: Polisi Amankan 182 Pendemo Tolak Omnibus Law di Surabaya

Pelaku menurut Gidion juga telah melakukan berbagai peretasan di sejumlah website baik didalam maupun luar negeri.

"Motifnya murni faktor ekonomi dan esensi pelaku. Dan ini tidak ada kaitan dengan politik, jadi murni tindak pidana. Pelaku juga telah banyak meretas website baik didalam negeri maupun luar negeri," jelas Gidion.

Gidion menambahkan bahwa ruang siber saat ini menjadi peradaban baru bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Untuk itu, Gidion mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan ruang siber, dan bagi instansi yang memiliki website resmi agar selalu memperhatikan keamanan website-nya.

"Ruang siber nih kan jadi ruang peradaban baru, kami minta masyarakat tetap bijak menggunakan media sosial, bijak menggunakan ruang siber, dan kami minta bagi instansi yang memiliki website agar memperhatikan dan meningkatkan kemanan siber-nya," tukas Gidion.

Baca juga: Polda Jatim Bersama Komisi III DPR Bagikan Ribuan Masker dan Sembako

Diketahui, Situs KPU Jember, https://kab-jember.kpu.go.id, diretas. Peretasan diketahui sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa (6/10/2020).

Akibat peretasan itu, di laman KPU muncul gambar dan kalimat tak senonoh.

Laman resmi KPU Jember itu jika dibuka, tergantikan oleh tulisan Hacked by /KingSoapres_h7 dan menampilkan foto 4 orang pria yang tampak seperti mahasiswa sedang duduk beristirahat.

Di foto tersebut, tampak dinding belakang tempat mahasiswa sedang beristirahat ada tulisan kalimat kurang sopan, yakni "DPR K**L" dengan gambar karikatur menyerupai alat kelamin pria.

Selain itu juga ada tulisan di bawah foto yang isinya, We Just D45H7Xploit DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT TAPI ENTAH UNTUK RAKYAT YANG MANA? DULU NGEMIS SUARA RAKYAT SEKARANG SUARA RAKYAT DI ABAIKAN, PURA-PURA TULI. [Dewan Penghianat Rakyat].(her)

Editor : Agiyo monseh F

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru