Eri Cahyadi: Gaji di Bawah Rp 10 Juta, BPJS Dicover Pemkot

harianmerahputih.id
Eri Cahyadi, Calon Walikota Surabaya Nomor Urut 1 di Pilwali Surabaya 2020


MERAH PUTIH | Surabaya - Program yang dilontarkan Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi, benar-benar pro-rakyat. Eri yang berpasangan dengan Armudji di Pilwali Surabaya 2020 ini tak hanya memperhatikan sektor pendidikan dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Eri Cahyadi juga konsen soal urusan kesehatan masyarakat.

Terbaru, kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya 2018-2020 tersebut memastikan warga yang berpenghasilan di bawah Rp 10 juta akan di-cover BPJS Kesehatan. Mereka akan masuk Penerima Bantuan Iuran (PBI).


Gagasan itu muncul ketika Eri Cahyadi menerima sejumlah keluhan masyarakat soal BPJS Kesehatan. Warga yang jadi peserta mandiri tidak bisa membayar premi rutin karena jatuh sakit, sehingga mereka tak bisa bekerja. Padahal, mereka bukan dari golongan warga tidak mampu. Mereka juga tak masuk dalam daftar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Akhirnya banyak yang wadul ke saya. Setelah selama ini ikut secara mandiri (Peserta BPJS mandiri, red), namun saat kesusahan apa bisa dibantu?,” tutur Eri Cahyadi, Rabu (14/10/2020).

Untuk menjawab keluhan itu, Eri Cahyadi menegaskan semua warga yang bergaji di bawah Rp 10 juta akan dicover Pemkot Surabaya untuk pembayaran iuran BPJS-nya. Apalagi sering ada ketidaksingkronan antara pemerintah pusat dan pemerintah kota.

“Pemkot ini juga bingung. Kalau memang sudah tidak masuk dalam PBI pusat, kami siap membantu. Soalnya kalau BPJS bermasalah, warga pasti ke pemkot dulu. Makanya, kita pastikan saja bahwa mereka yang bergaji di bawah Rp 10 juta kita tanggung BPJS-nya,” papar Cawali yang diusung PDIP ini.

“Jadi sampai Surabaya penduduknya merasa was was, jangan sampai warga Surabaya merasa atau jatuh miskin karena kesehatan. Wayahe loro (ketika sakit) insyaallah ditanggung Pemkot. Jadi enggak usah bingung lagi,” lanjut Eri Cahyadi menegaskan.

Lantas cukupkah APBD Kota Surabaya meng-covernya? Eri menegaskan warga tak perlu khawatir, sebab APBD Surabaya itu Rp 10 triliun. ""alau digunakan untuk bayar gaji pegawai masih sisa sekitar Rp 7,5 triliun. Jadi insyaallah yang namanya sakit bisa di-cover Pemkot,” tegas alumni ITS Surabaya ini.

Eri Cahyadi mengatakan, kemajuan Kota Surabaya harus berdampak langsung pada warga. Salah satunya dalam pemberian jaminan sosial warga. Jangan sampai di tengah pembangunan Kota Surabaya yang pesat masih ada warga yang kesulitan membayar biaya berobat. (bm/rga)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru