MERAH PUTIH | Surabaya - Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi, berkomitmen memperluas kawasan wisata "Kampung Heritage". Sebab, hal itu menjadi salah satu ikon Surabaya sebagai Kota Pahlawan.
"Surabaya adalah Kota Pahlawan. Maka kita harus punya semangat yang sama mempertahankan kebaikan yang ada di kota kita tercinta ini," kata Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu (14/10).
Sebagai salah satu upaya mewujudkannya, Eri Cahyadi mendatangi peluncuran "Bubutan Heritage". Bahkan Cawali yang diusung PDIP ini menelusuri kampung-kampung lama.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya 2018-2020 itu sangat terkesan dengan bangunan-bangunan di sekitar Gedung Nasional Indonesia yang tak jauh dari kawasan Tugu Pahlawan.
Terlebih, lanjut Eri, masa kecilnya dihabiskan di Jalan Kawatan yang masuk Kecamatan Bubutan dan tak jauh dari lokasi tersebut.
Gedung Nasional merupakan gedung yang didirikan pada 1930 dan digunakan sebagai tempat berkumpulnya cendekiawan serta masyarakat menyusun strategi menghadapi penjajah. Pada 29 November 2017 Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan tempat ini sebagai museum.
Eri Cahyadi yang juga mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) itu menyampaikan kampung-kampung lawas di Surabaya harus terus dimunculkan untuk memperbanyak wisata heritage. Eri mengakui saat menjabat Kepala Bappeko merintis terbentuknya Kampung Lawang Seketeng, yang merupakan salah satu kampung masa kecil Sang Proklamator RI, Soekarno, dan pejuang kemerdekaan Bung Tomo. Tak hanya itu, Eri juga merintis wisata heritage baru di segitiga jalan lawas Surabaya, yakni Jalan Pabean, Jalan Karet, dan Jalan Panggung.
"Ke depan, kawasan itu akan jadi kawasan pejalan kaki. Kita jadikan satu kompleks wisata heritage yang digabungkan dengan wisata air Kali Mas di Jembatan Merah," papar Eri Cahyadi.
Sementara itu, Ketua PKK RW 06 Bubutan Rini Sutrisno menyatakan, Eri sudah terbukti peduli dengan sejarah Surabaya, bahkan berhasil membangun salah satunya Museum Pendidikan Surabaya.
"Mas Eri merupakan salah satu sosok yang paham Kota Surabaya, terutama kampung-kampung lawasnya. Apalagi karena ini merupakan salah satu tempat bersejarah yang harus dilestarikan," katanya.
Untuk diketahui, Pilwali Surabaya 2020 yang digelar 9 Desember 2020 diikuti dua pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, yaitu Eri Cahyadi -Armudji nomor urut 1 dan Mahcfud Arifin-Mujiaman di nomor urut 2. Pasangan nomor urut 1 ini diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI, serta enam partai politik nonparlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.
Sedangkan, pasangan nomor urut 2 diusung koalisi delapan partai politik, yaitu PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, dan Partai NasDem serta didukung partai nonparlemen, Partai Perindo. (ara/rga)
Editor : Ali Mahfud