MERAH PUTIH | Surabaya - Pusat Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PusdeHAM) merilis hasil survei Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 yang dilakukannya. Menariknya, hasil survei sama seperti yang disebut Sekjen DPP PDIP Hasto Kriatianto. Yakni, pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armudji unggul 6 persen atas pesaingnya, Machfud Arifin (MA)-Mujiaman Sukirno.
Pusdeham menyebut ada tiga faktor yang mendorong Eri-Armudji (Erji) unggul. Pertama, Risma Effect. Yakni, faktor Walikota Tri Rismaharini memimpin kota Surabaya dalma 10 tahun terakhir. Kedua, faktor sosok Eri Cahyadi dan Armudji sendiri. Dan ketiga, mesin politik PDI Perjuangan (PDIP).
Andik, Peneliti PusdeHAM menjelaskan, faktor Risma effect berhasil memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk memilih Eri-Armudji. Berbagai keberhasilan yang telah ditorehkan Risma selama menjabat Wali Kota Surabaya hampir 10 tahun ini adalah garansinya.
“Selama ini banyak gagasan yang berhasil dikeluarkan Bu Risma dan berhasil memimpin Surabaya dengan baik. Gagasan-gagasan itu ke depan harus bisa diteruskan. Nah, orang yang dianggap paling bisa meneruskan gagasan itu adalah Eri Cahyadi, yang cukup lama menjabat kepala bappeko (badan perencanaan dan pembangunan kota). Eri dianggap orang yang tahu persis gagasan Bu Risma tersebut,” papar Andik dalam keterangannya, Minggu (25/10/2020).
Tagline “Meneruskan Kebaikan” yang dipasang di baliho, kata Andik, sangat tepat dan memberikan pengaruh besar terhadap pemilih yang akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Eri-Armudji.
“Bu Risma salah satu faktor penting yang berkontribusi memberi suara untuk Eri-Armudji,” lanjut Andik.
Faktor lainnya, masih kata Andik, masing-masing sosok Eri Cahyadi dan Armudji. Keduanya dia anggap berpengalaman di masing-masing bidang.
Eri Cahyadi adalah ASN Pemkot Surabaya yang sangat paham birokrasi di Surabaya. Dia paham betul bagaimana ide-ide pembangunan di Kota Pahlawan karena jabatan terakhirnya Kepala Bappeko. Selain itu juga pernah menjabat di beberapa jabatan strategis lainnya.
Sedangkan sosok Armudji, merupakan politisi senior PDI Perjuangan yang telah lama duduk di kursi DPRD. “Tentunya Pak Armudji memiliki basis dukungan yang kuat di akar rumput. Orang sudah banyak mengetahui sepak terjang Pak Armudji sebagai wakil rakyat,” ungkap dia.
Sementara faktor mesin partai PDI Perjuangan, kata Andi, sudah tidak perlu diragukan lagi, mereka sudah pasti akan bekerja keras dan kompak untuk memenangkan Pilkada Surabaya. Hal itu sudah terbukti pada pilkada-pilkada sebelumnya.
“Mesin PDI Perjuangan Surabaya sangat solid. Mereka bekerja keras bersama,” tegasnya.
Dijelaskan, survei ini dilakukan pada awal Oktober 2020 dengan jumlah responden 1.000 orang dan margin of error plus-minus 3 persen. Responden diambil di seluruh kecamatan di Kota Surabaya dengan metode sampling acak bertingkat.
“Sebenarnya Eri-Armudji ini kan bisa dibilang relatif baru, kalah start-lah dibanding Pak Machfud yang sudah gebyar sejak awal tahun. Tapi dari hasil survei terlihat, kesolidan dan beberapa faktor lain tampak menonjol sehingga Eri-Armudji bergerak menyalip Pak Machfud,” ujar pungkas Andik. (rl/rga)
Editor : Ali Mahfud