Bilik Kabut Sterilisasi Corona Buatan Arek Suroboyo Lebih Aman

harianmerahputih.id
INOVASI: Andik menunjukkan proses pengabutan di dalam bilik buatannya (10/4). Dia berserta dua orang lainnya, berinsiatif membuat Mobile Sterilisation Chambers (MSC) sederhana dengan metode mist maker (pembuat kabut). Foto: HMP/Zulfikar Firdaus

MERAHPUTIH| SURABAYA- Pandemi Covid-19 membuat ide-ide baru muncul. Seperti warga kota Surabaya ini. Dia membuat Mobile Sterilisation Chambers (MSC) yaitu semacam bilik yang di dalamnya bisa mengeluarkan kabut atau asap. Nah, kabut ini nantinya menstrilkan orang-orang dari bahaya pandemi Covid-19. Meski menggunakan cairan disinfektan, bilik ini dijamin aman. Karena sebelumnya, cairan sudah dikabutkan.

 Pembuatnya adalah Andik Assuaiby, Abdoel M dan Ekky J. Ketiganya lulusan IAIN Surabaya. Andik menjelaskan, tidak ada pembakaran dalam proses pengkabutan, air dirubah menjadi kabut dengan cara digetarkan dengan getaran sebesar 1,7 Mhz (setara gelombang ultrasonik), sehingga kandungan dalam cairan disinfektan tidak rusak.

Baca juga: Pelajar Surabaya Jadi “Prajurit Mangrove”, Tanam 18 Ribu Bibit untuk Bentengi Pesisir

 Untuk satu alat hanya dialiri arus listrik sebesar 0,8 watt dan dalam satu box ada 6-12 mist maker. Harga satu alat pengasapan sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan cairan yang diperlukan untuk pengasapan selama 5 jam sekitar 20 liter cairan disinfektan.

Baca juga: Surabaya Kembali Gerak Cepat, Empat Truk Bantuan Diterbangkan ke Sumatra

 Alasan cairan disinfektan dikabutkan agar aman bagi manusia. “Proses pengkabutan ini  kami adaptasi dari Vietnam dan Cina. Di Vietnam terbukti efektif karena angka kematiannya nol,” kata Abdoel menambahkan.

 Mereka membuat Mobile Sterilisation Chambers (MSC) alasannya sederhana, yaitu ingin berkontribusi dalam pencegahan penyebaran virus corona.  Selain itu harga alat dan bilik kabut di pasaran cukup mahal sehingga sulit dijangkau oleh masyarakat pada umumnya. Jadi mereka bertiga berinisiatif membuat prototype MSC.

Baca juga: Pemkot Surabaya Dorong Profesionalisme Pengelola Zakat dan Wakaf Lewat Madrasah Amil dan Nadzir

Jika nantinya ada masyarakat atau instansi yang tertarik, mereka bersedia membuatkan dengan harga menyesuaikan kemampuan dari pemesan. Harapan mereka, bilik buatan mereka diperbanyak. Bilik-bilik ini nantinya bisa ditempatkan di ruang-ruang publik. Seperti taman kota, juga tempat-tempat ibadah. (zul/ono)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru