Polrestabes Surabaya Musnahkan BB 79,225 KG Sabu-Sabu dari Malaysia

harianmerahputih.id
Asap hitam mengepul dari cerobong mesin pembakar 'incinerator' saat dilakukan pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba di Halaman Markas Polrestabes Surabaya, Senin (26/10/2020). (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

MERAHPUTIH| SURABAYA-Barang bukti sabu-sabu (SS) dengan berat total 79,225 kilogram yang dipasok dari Malaysia dimusnahkan. Pemusnahan ini dilakukan oleh jajaran Polrestabes Surabaya, Senin, (26/10).


Dinukil dari ANTARA, Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Johnny Eddison Isir menyebut barang bukti tersebut diperoleh dari tangkapan kasus narkoba terhitung sejak Juni hingga pertengahan Oktober 2020.

Baca juga: Mantan Bupati Buru Selatan Akhirnya Ditetapkan sebagai Tersangka

"Kami menangkap sebanyak 194 pelaku penyalahgunaan narkoba," ujarnya kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Senin.

Dari seluruh pelaku yang semuanya telah ditetapkan tersangka tersebut, sebagian besar berkas perkaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan, serta menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Selain sabu-sabu, polisi juga menyita 37,71 gram ganja, 16.936.000 butir pil ekstasi, 17.758 butir pil "Happy Five" dan 164.947 butir pil koplo atau obat keras.

Baca juga: Bupati Banjarnegara Ditetapkan KPK sebagai Tersangka

Seluruh barang bukti tersebut dimusnahkan menggunakan mesin pembakar "incinerator", dengan turut disaksikan oleh tokoh masyarakat, aktivis dari berbagai organisasi massa (ormas), serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya.

"Kami tentu tidak bisa bekerja sendiri memberantas peredaran narkoba. Untuk itu kami mengajak peran serta masyarakat membantu kepolisian memerangi narkoba," kata perwira menengah Polri tersebut.

Baca juga: Kejati Maluku Tahan JRS, Tersangka Kasus Korupsi Lahan Tawiri

Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Heru Dwi Purnomo menyampaikan, sabu-sabu yang hari ini dimusnahkan seluruhnya berasal dari Malaysia Barat dan Timur.

"Narkoba ini masuk ke Indonesia dibawa oleh kurir melalui kapal laut dari wilayah Sumatera. Selanjutnya sampai ke Surabaya melalui jalur darat menggunakan bus atau kereta api," tuturnya.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru