Jokowi: Food Estate Hasilkan Kentang hingga Bawang Merah

harianmerahputih.id
Presiden Joko Widodo di Bandara Silangit (ANTARA/HO)

MERAHPUTIH| JAKARTA- Lumbung pangan (food estate) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dan beberapa wilayah lain di Sumatera Utara baru bisa dinikmati hasilnya dalam 2 hingga 2,5 bulan ke depan.


Komoditi yang dihasilkan dari food estate diantaranya bawang merah, bawang putih juga kentang. Penjelasan ini disampaikan Presiden Jokowi ketika berkunjung lumbung pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Selasa.

Baca juga: SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Eksplorasi Markisa-001

“Insya Allah, nanti ini sudah dimulai, dan kita lihat hasilnya kira-kira nanti dua bulan sampai 2,5 bulan,” kata Presiden seperti dinukil dari ANTARA.

Turut mendampingi Presiden di kawasan lumbung pangan yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Bahan pangan yang dihasilkan di lumbung pangan di Humbang Hasundutan berbeda dengan yang dihasilkan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Di lumbung pangan Pulau Borneo itu, food estate akan menghasilkan padi dan singkong.

"Sudah dua kali saya ke Kalteng, di sana akan dibangun food estate khusus untuk padi, dan untuk singkong," ujarnya.

Baca juga: Kapolri Sidak ke Pasar Minggu, Cek Ketersediaan Minyak Goreng

Di Sumut, selain Humbang Hasundutan, terdapat beberapa kabupaten lainnya yang akan menerapkan program food estate yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Pakpak Bharat.

“Di sini ada luas lahan 60 ribu hektar, dan yang akan digunakan untuk food estate adalah seluas 30 ribu hektar,” ujarnya.

Adapun Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi di suatu kawasan. Food estate juga dapat menjadi lahan produksi pangan nasional, cadangan pangan, dan distribusi pangan.

Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Apresiasi Kinerja Disperindag

Realisasi pengembangan food estate juga ditujukan untuk mengantisipasi potensi terjadinya krisis pangan akibat pandemi COVID-19, seperti yang diperingatkan oleh Badan PBB untuk Makanan dan Pertanian (Food and Agricultural Organization/FAO) pada awal tahun ini.

Pemerintah sebelumnya menyebutkan memiliki rencana untuk memperluas pembangunan lahan pangan terintegrasi (food estate) hingga ke Papua, Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Selatan. (red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru