Usai Unggul Survei, Relawan Ikhtiar Menangkan Eri Cahyadi dengan Doa

harianmerahputih.id
Di Makam Pangeran Benowo, Relawan RGER mendoakan Eri Cahyadi agar menjadi Wali Kota Surabaya pada Pilwali 9 Desember nanti.

MERAH PUTIH | Surabaya – Unggul versi survei, tak membuat Relawan Gerakan Eri Cahyadi (RGER) berhenti berikhtiar. Selain terus melakukan sosialisasi ke warga, mereka juga berupaya memenangkan Calon Wali Kota (Cawali) nomor urut 1 itu dengan kekuatan doa.

Seperti terlihat saat 70-an Relawan Gerakan Eri Cahyadi berziarah ke makam Syech Abdul Halim atau Pangeran Benowo yang terletak di area makam Islam Kampung Benowo Krajan, Surabaya, Jumat (30/10) malam. Pangeran Benowo disebut-sebut sebagai Waliyullah penyebar agama Islam di wilayah Surabaya bagian utara. Pangeran Benowo juga disebut dengan Mbah Tohsari yang artinya Noto Santri (Menata Santri). Jika dilihat silsilah yang ada di makam, Pangeran Benowo merupakan keturunan Sunan Ampel.

Tradisi berziarah dan berdoa ke makam para Waliyullah sendiri sebagai salah satu bentuk tawassul (sarana) agar lebih dekat dengan para penyebar agama Islam tersebut dan mengingat atas jasa-jasanya. Karena itu pula, Relawan RGER dan Pengurus Nahdlatul Ulama Kecamatan Pakal sak serta Benowo Surabaya berziarah ke makam Pangeran Benowo.

Ziarah diawali pembacaan ayat suci Alquran Surah Yasin dan dilanjutkan tahlil yang dipimpin KH Abdullah Qosim dari Surabaya.

Salah satu ulama NU di Kecamatan Benowo, H. Arwan Effendi menceritakan, Syech Abdul Halim hidup di zaman Sunan Giri. Dia diperintahkan Sunan Giri untuk berdakwah menyebarkan Agama Islam di tanah Benowo Surabaya yang dulu banyak dihuni berbagai aliran kepercayaan.

Menurutnya, para ahli waris sengaja tidak pernah mencatat peran Syech Abdul Halim guna mengurangi riya’ (pamer). “Kelemahan kita selama ini tidak pernah menulis tentang peran para sepuh dan sesepuh, begitu halnya dengan makam Mbah Tohsari atau Pangeran Benowo, atau Syech Abdul Halim, karena mungkin mengurangi riya’,” jelasnya.

Makam Mbah Tohsari sangat berbeda dengan makam yang lainnya. Makam tersebut dipenuhi pohon jati. Menurut cerita, pohon jati tersebut berasal dari tongkat pemberian Sunan Giri kepada Mbah Tohsari yang ditancapkan di area sekitar Kali Benowo.

Koordinator Relawan Eri Cahyadi, Ustadz H Zainal Arifin mengatakan, kegiatan berziarah ke makam-makam para Wali tersebut sudah menjadi tradisi Eri Cahyadi sebagai seorang santri dan warga Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu di tengah-tengah kesibukan masa kampaye Pemilihan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta relawannya untuk tetap menjaga tradisi ziarah dan melestarikan berbagai petilasan para wali yang ada di Surabaya.

“Kegiatan ini sangat tepat, karena Pak Eri Cahyadi adalah menjadi bagian dari anggota NU dan seorang santri yang selalu melestarikan kegiatan ziarah, karena ini adalah tradisi santri,” katanya saat berziarah ke makam Syech Abdul Halim, di Kampung Benowo Krajan Surabaya, Jumat (30/10/2020) malam. Dan Ia pun berharap ziarah ke makam Pangeran Benowo tersebut berdampak berkah bagi Eri Cahyadi untuk menjadi Wali Kota Surabaya. (rga)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru