MERAHPUTIH-AMBON- Wa Una yang sebelumnya diberitakan diduga mempunyai ilmu gaib yang menyebabkan beberapa anak baru gede (ABG) bunuh diri akhirnya memberikan klarifikasi. Dalam video berdurasi 11 menit yang diterima harianmerahputih.id, didampingi suaminya, Wa Una mengatakan dirinya difitnah terkait kabar tersebut.
“Katong ini difitnah. Sio Katong orang kecil,” ungkap suami Wa Una yang mendampinginya. Sehari-hari, Wa Una bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selain menjadi PRT, Wa Una merupakan Ketua Majelis Ta'lim Kampung Baru, Desa Waeheru Kecamatan Teluk Àmbon Kota Ambon.
Dalam video juga ada seseorang laki-laki yang merupakan tokoh masyaakat Buton mengatakan bahwa tuduhan itu tidak benar. "Berarti ini ada tuduhan yang tidak benar. Katong terus terang ya mama. Ya, Beta sama-sama orang Binongku orang Buton dan saya paling benci yang namanya fitnah ini. Beta khususnya keluarga besar SKBM ini adalah tuduhan yang sangat kèji. Tuduhan ini sangat biadab,dan tolong kalau ada yang merasa terus memfitnah Katong orang Buton maka jangan tinggal diam,” terangnya.
Menyikapi fenomena yang tengah marak di masyarakat,Wartawan Merah Putih menjumpai Sekertaris Umum (Sekum) Gereja Protestan Maluku (GPM) Elifas Maspaitella (13/4). "Fenomena mistisisme ada di masyarakat manapun, baik di masyarakat modern maupun di masyarakat tradisional, mistisisme ini juga ada dalam kepercayaan orang, jadi kalau kita menaruh perhatian akan mistisisme pasti efek kuasanya dirasakan. Tapi kalau tidak menaruh perhatian ke mistisisme pasti tidak dirasakan," urai Elifas Maspaitella yang akrab disapa Eli ini.
Terkait dengan fenomena mistisisme yang terjadi di kota Ambon lanjutnya, ia berharap untuk bijak memahami ini sebagai bagian dari dinamika sosial. “Dengan demikian orang tidak usah terpancing. Masyarakat lagi stres, dalam kondisi stres oleh pandemik Covid-19. Jangan terlalu dipusingkan,” imbuhnya.
Ia melanjutkan, situasi dan kondisi saat ini harus dikelola baik baik supaya jangan sampai menimbulkan sentimen- sentimen ke agama tertentu yang bisa memperparah hubungan antar umat beragama. “Padahal kita sementara merajut upaya bersama semua elemen agama untuk mengatasi penyebaran virus corona. Jadi Beta minta kita fokus ke virus Corona dan bagaimana mengatasinya,” kata Elifas Maspaitella. (red/ono)
Editor : Eko Yudiono