Korban Meninggal karena Covid-19 di NTT Berjumlah 11 Orang

harianmerahputih.id
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr.Meserasi Ataupah (Antara/ Benny Jahang)

MERAHPUTIH| NTT-Korban meninggal karena terpapar Covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT) berjumlah 11 orang. Data ini diperolah dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Dengan penambahan dua pasien meninggal itu, total kasus meninggal akibat COVID-19 di provinsi berbasis kepulauan ini mencapai 11 kasus.

Baca juga: Menkes Dorong Deteksi Dini TBC, Targetkan Penurunan Kematian Secara Signifikan


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT dr.Meserasi Ataupah ketika dihubungi di Kupang, Rabu, mengatakan dua pasien COVID-19 yang meninggal dunia itu berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kota Kupang, seperti dinukil dari ANTARA.

Meserasi Ataupah juga menyebutkan ada penambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 di NTT yang berasal dari lima kabupaten/kota, yaitu Kota Kupang sebanyak enam kasus terdiri dari empat orang perempuan berusia 13- 62 tahun dan dua orang laki-laki berusia 17 dan 47 tahun.

Di Kabupaten Ende dan Sumba Tengah mendapat tambahan masing-masing satu kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19, sedangkan di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Nagekeo, masing-masing tiga kasus.

Baca juga: Pemkot Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan ISPA, Balita Jadi Fokus Utama

Ia mengatakan dengan penambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 itu maka jumlah warga NTT yang terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat 743 orang.

Pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 533 orang dan yang sedang dalam perawatan medis 199 orang serta 11 orang meninggal dunia.

Baca juga: Paramesti Tak Takut Jarum Suntik: Cerita Anak-anak SLB N Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis

Dia menyebut sembilan pasien COVID-19 yang sembuh pada Rabu, berasal dari Kabupaten Alor dua orang, Sumba Barat tiga orang, Malaka satu orang, dan Kota Kupang tiga orang.

"Kami berharap masyarakat NTT tetap waspada terhadap penyebaran COVID-19 dengan mengikuti protokol kesehatan dalam beraktivitas," kata Meserasi Ataupah. (red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru