MERAHPUTIH|AS- Amerika Serikat mempunyai Presiden baru .Joe Biden memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat pada Sabtu.
Terpilihnya kandidat dari partai Demokrat sebagaimana dilaporkan Edison Research dan sejumlah jaringan televisi.
Baca juga: Perkuat Kerja Sama Global, Khofifah Terima Konjen AS Bahas Pendidikan, Kesehatan, dan Investasi
Kemenangan itu diraih Biden ketika para pemilih dengan tegas menolak kepemimpinan yang gaduh dari petahana dari Partai Republik Donald Trump, untuk menyambut janji Biden tentang upaya baru dalam melawan pandemi virus corona, memperbaiki ekonomi dan menyembuhkan bangsa yang terpecah, seperti dinukil dari ANTARA.
Biden (77) menjadi kandidat tertua yang terpilih sebagai presiden AS karena Trump secara signifikan gagal memperluas daya tariknya untuk menjangkau kelompok di luar pemilih kulit putih pedesaan dan kelas pekerja yang berkomitmen mendukung populisme sayap kanan dan nasionalisme "Amerika Urutan Pertama".
Baca juga: Tarif 19 Persen untuk RI: Strategi Trump Menekan Neraca Dagang AS
Edison Research dan sejumlah jaringan televisi besar, termasuk CNN dan NBC, telah memproyeksikan bahwa Biden akan mengantongi lebih dari 270 suara Electoral College yang dibutuhkan untuk muncul sebagai pemenang dalam sistem pemilihan presiden berdasarkan negara-negara bagian yang kompleks, meskipun kampanye Trump memperdebatkan penghitungan suara di pengadilan dan mengupayakan penghitungan ulang di satu negara bagian.
Biden unggul dengan perolehan suara Electoral College 273 dibanding 214 dalam pemungutan suara Electoral College negara bagian demi negara bagian yang menentukan pemenang, setelah memenangkan 20 suara elektoral Pennsylvania untuk menempatkannya di atas 270, angka yang dibutuhkan untuk mengamankan kursi kepresidenan, menurut Edison Research.
Baca juga: Presiden Jokowi Ungkap Hasil Pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden
Sumber: Reuters
Editor : Eko Yudiono