MERAHPUTIH| JAKARTA- Pembangunan infrastruktur adalah salah satu faktor penting mengembalikan tren positif pertumbuhan ekonomi. Demikian diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Dalam sembilan bulan ini kata Basuki Hadimuljono, semua negara di dunia, termasuk Indonesia, merasakan dampak Pandemi COVID-19 yang salah satunya adalah pelemahan sektor-sektor produktif dan kontraksi ekonomi nasional.
Baca juga: SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Eksplorasi Markisa-001
"Pembangunan infrastruktur yang terus dilaksanakan oleh Kementerian PUPR merupakan salah satu faktor penting dalam mengembalikan tren positif pertumbuhan ekonomi," ujar Menteri PUPR dalam pidatonya yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti di Jakarta, seperti dilansir ANTARA, Senin.
Indonesia patut bersyukur bahwa kondisi ini relatif lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang mengalami penurunan lebih besar pada periode yang sama.
Berbagai upaya pemulihan ekonomi nasional telah dilaksanakan, kata dia, salah satunya dengan peningkatan daya beli masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.
"Multiplier effect dari pembangunan infrastruktur akan mengakselerasi pertumbuhan sektor-sektor lainnya sehingga menjadi daya ungkit percepatan pemulihan ekonomi nasional," kata Menteri PUPR.
Baca juga: Kapolri Sidak ke Pasar Minggu, Cek Ketersediaan Minyak Goreng
Menteri PUPR Basuki juga menambahkan bahwa untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045, pembangunan infrastruktur diarahkan mendukung Pilar Pemerataan Pembangunan dengan menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mempercepat peningkatan nilai tambah perekonomian rakyat.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 juga mengamanatkan peningkatan kualitas dan akses infrastruktur serta pemerataan pelayanan dasar dilaksanakan melalui wilayah sebagai basis pembangunan.
Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Apresiasi Kinerja Disperindag
Pengembangan wilayah secara berkelanjutan dan inklusif ditujukan untuk mengembangkan sektor unggulan, kawasan strategis pariwisata, kawasan industri, kawasan perkotaan, daerah tertinggal, kawasan perbatasan, perdesaan, dan transmigrasi. (red)
Editor : Eko Yudiono