PSI: Warga Surabaya akan Melawan Politik Uang di Pilkada 9 Desember

harianmerahputih.id
Plt Ketua DPD PSI Surabaya Yusuf Lakaseng. (ANTARA Jatim/HO-Istimewa/FA)

MERAHPUTIH|SURABAYA-Suara warga Surabaya tidak bisa dibeli dengan uang. Keyakinan ini disampaikan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya.Mereka menyakini warga akan melawan politik uang di Pemilihan Kepala Daerah yang berlangsung 9 Desember 2020 nanti.

"Rakyat Surabaya sudah cerdas dan rasional sehingga pasti menjadi gate keeper melawan politik uang," ujar Plt Ketua DPD PSI Surabaya Yusuf Lakaseng kepada wartawan, Minggu, seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: Anthony G Latuheru dan Subhan Pattimahu Siap Ramaikan Bursa Pilkada Kota Ambon

Menurut dia, pemilih Surabaya semakin cerdas dan menandai calon pemimpinnya yang kompeten serta berintegritas tinggi, ditambah sudah kebal terhadap politik uang.

"Terlebih berdasarkan catatan dari peneliti asal 'Saiful Mujani Research and Consulting' (SMRC) yang menilai politik uang hanya 10 persen pengaruhnya di Pilkada Surabaya," ucapnya.

Baca juga: Gerindra Potensi Salip PKB dan PDIP di Jatim Versi ARCI, ini Faktornya

 

Sementara itu, Direktur Riset SMRC Deni Irvani melalui forum diskusi virtual bertema "Peluang Calon-Calon Wali Kota dalam Pilkada Surabaya" mengakui praktik politik uang tidak terlalu spesifik.

Baca juga: Bolone Mas Gibran Bersyukur dan Gelar Tasyakuran Sambut Putusan MK

"Biasanya toleransi politik uang dan efektivitas tidak lebih dari 10 persen. Secara umum pilihan warga bukan ditentukan oleh pemberian, tapi penilaian mandiri terhadap personal dan kualitas masing-masing calon," tuturnya.

Sementara itu, Pilkada Surabaya diikuti dua pasangan calon yaitu Eri Cahyadi-Armudji nomor urut 1 dan Machfud Arifin-Mujiaman nomor urut 2. (red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru