Sebanyak 400 Ribu Anggota Militer Rusia Divaksin Covid-19

harianmerahputih.id
Ilustrasi vaksin Covid-19. ant

MERAHPUTIH| RUSIA- Sebanyak 400 ribu anggota militer Rusia akan divaksin Covid-19. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, Jumat. Vaksinasi ini seiring dengan meningkatnya kasus di negara itu hingga pertambahan infeksi harian tercatat 27.543 kasus.

Shoigu menyebutkan bahwa 2.500 anggota militer telah divaksinasi COVID-19, dengan target yang diharapkan sebanyak 80.000 personel hingga akhir tahun ini, tulis beberapa kantor berita Rusia yang mengutip pernyataannya, seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

Negara yang tengah mengembangkan beberapa vaksin COVID-19 itu mengalami lonjakan kasus infeksi sejak September, namun otoritas tidak memberlakukan aturan karantina wilayah, melainkan menerapkan sejumlah langkah pencegahan di wilayah tertentu.

Di Ibu Kota Moskow, antara 1.500 hingga 1.700 pasien dilarikan ke rumah sakit setiap harinya akibat COVID-19, menurut Wakil Wali Kota Anastasia Rrakova. Sementara pada Jumat, rekor infeksi harian tercatat sebanyak 7.918 kasus.

Baca juga: Gus AMI Apresiasi Genjatan Senjata Palestina-Israel

"Situasi wabah COVID-19 di Moskow masih sangat berat, hari ini kita mencatat apa yang disebut sebagai rekor baru," tulis kantor berita Rusia, mengutip pernyataan Rakova.

Meskipun terjadi lonjakan kasus, Rakova menyatakan masih tersedia sekitar 5.000 ranjang perawatan di rumah sakit dan sebanyak 12 pusat pemeriksaan CT scan telah dibuka untuk menyediakan layanan 24 jam bagi para pasien.

Dengan jumlah keseluruhan sebanyak 2.215.533 kasus COVID-19, Rusia menempati posisi keempat negara dengan kasus terbanyak hingga saat ini, di bawah Amerika Serikat, India, dan Brazil. Tercatat 38.558 kematian telah terjadi di negara itu sejauh ini.

Baca juga: Israel Luncurkan Roket, 35 Orang di Gaza Tewas

Saat ini, Institut Gamaleya Rusia tengah berada alam tahap uji coba akhir vaksin COVID-19 Sputnik V, sementara Institut Vector di Siberia mengembangkan EpiVacCorona.

Sumber: Reuters

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru