Menteri BUMN: Ada 35 BUMN Masuk dalam Restrukturisasi Bisnis

harianmerahputih.id
Menteri BUMN Erick Thohir. ant

MERAHPUTIH| JAKARTA-Ada 35 BUMN yang masuk dalam restrukturisasi bisnis dan scale up Danareksa dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA. Hal ini diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Sisa BUMN lainnya yang memang masuk restrukturisasi, itu masuk ke PPA. Terdapat 35 BUMN yang memang sekarang sedang ditangani tim khusus di mana memang fokus restrukturisasi," ujar Erick Thohir dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, seperti dilansir ANTARA, Senin.

Baca juga: SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Eksplorasi Markisa-001

Beberapa BUMN yang masuk ke dalam restrukturisasi bisnis/optimasi tersebut, antara lain PT PANN, Djakarta Lloyd, Iglas, PNRI, Yodya Karya, Virama Karya, Kliring Berjangka Indonesia, Balai Pustaka, PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau KBN, Semen Kupang, Perum Jasa Tirta I dan Perum Jasa Tirta II, dan sebagainya.

"Ini sudah kita diskusikan dengan Kementerian Keuangan terkait langkah-langkah yang harus dilakukan," kata Menteri BUMN tersebut.

Selain itu Erick juga menambahkan bahwa Kementerian BUMN dipercaya dengan pemberian beberapa aset dari Kemenkeu sudah ditransfer seperti Bukopin, Indosat, Kawasan Industri Lampung dan sebagainya.

Baca juga: Kapolri Sidak ke Pasar Minggu, Cek Ketersediaan Minyak Goreng

Dalam paparannya Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa Danareksa dan PPA akan ditugaskan untuk melakukan scale up dan restrukturisasi/optimasi kepada 35 BUMN.

Klasterisasi BUMN disusun berdasarkan value chain core business BUMN.

Berdasarkan strategi jangka panjang Kementerian BUMN dan menggunakan klasterisasi, masing-masing Wakil Menteri BUMN I dan II akan menangani enam klaster.

Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Apresiasi Kinerja Disperindag

"Dalam hal ini pemetaan klaster BUMN yang kita lakukan juga selain memiliki peta jalan, tetapi kita juga punya master plan dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan sehingga jelas semua BUMN ada target-targetnya," katanya.

Kemudian didampingi oleh keuangan dan manajemen risiko, karena seperti diketahui sebelumnya Kementerian BUMN ingin fokus kepada proses bisnis yang baik jadi bukan berdasarkan project based sehingga Kementerian BUMN bisa melihat market atau pasarnya yang jelas. (red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru