Renovasi Rumah Pribadi Gubernur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

harianmerahputih.id
Ahli Hukum Pidana, Semuel Waileruny SH . HMP/BOY

MERAHPUTIH| MALUKU- Renovasi Rumah Pribadi Gubernur Maluku di Kawasan Wailela, kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, dengan nilai fantastis sebesar Rp 5,1 miliar menjadi Polemik di Masyarakat Maluku, Khususnya Kota Ambon.

Renovasi Rumah Prbadi itu memakai Anggaran Negara APBD dan dikerjakan oleh PT Bhineka Konstruksi sebagai pemenang tender.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

Menurut salah satu Ahli Hukum Pidana, Semuel Waileruny SH yang ditemui harianMerahPutih.id, Senin, (7/12) mengatakan "Kalau itu benar dan sudah dikerjakan dan uangnya sudah ada yang di cairkan maka ini merupakan suatu kejahatan berjamaah," ungkapnya.

"Karena ini menggunakan aturan - aturan negara, kelemahan - kelemahan aturan negara dan penyelenggara negara untuk mencari keuntungan pribadi ujar," Waileruny.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

Anggaran Rp 5,1 M digunakan untuk Rumah Dinas di Kawasan Mangga Dua, bisa dibangun dua atau tiga lantai, "Itu baru dikatakan benar, karena uang Negara diperuntukKan sebagaimana mestinya," paparnya.

"Kalau kita bicara tentang pelaku tindak pidana, Ada yang melakukan, Ada yang Turut serta melakukan, dan ada yang Membantu melakukan, semestinya Gubernur dan DPRD harus bertanggung jawab, mengingat dipakainya uang negara untuk merenovasi rumah pribadi, andaikan Murad Ismail sudah selesai masa jabatannya, lantas uang negara yang sudah dipakai untuk merenovasi rumah pribadinya itu bagaimana, berani tidak, aparat penegak hukum yang berwenang mengusut hal ini," urai Waileruny.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

Sementara salah satu Pengusaha kontraktor ternama di kota ambon, yang tidak mau namanya dipublish kepada harianmerahputihid mengatakan, "Harus dilihat dulu Renovasi rumah pribadi Gubernur, karena ada renovasi berat, renovasi sedang dan renovasi ringan, serta item - item apa yang direnovasi. Kalau anggaran 5,1 M dipakai untuk renovasi berat misal bangun baru, itu masuk akal, tapi kalau hanya sedang dan ringan anggaran 5,1 M sangat "Wow" katanya, mungkin saja ada pembelian - pembelian yang "berlapis emas","ungkap Pengusaha tersebut sambil geleng-geleng seakan tak percaya (boy)

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru