Dampak Virus Corona, Hampir 10 Ribu Korban PHK di Sidoarjo

harianmerahputih.id
Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Kabupaten saat pembagian paket sembako. ( foto : hmp/bil)

MERAHPUTIH |SURABAYA - Imbas penyebaran Virus Corona di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur cukup signifikan. Pasalnya korban PHK saat ini yang dilaporkan Disnaker Kabupaten Sidoarjo hampir mencapai 10 ribu orang.

Hal ini mendapatkan perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo telah menyediakan sembako bagi 135 ribu. Dalam hal ini, Keluarga yang tercatat berasal dari kalangan tidak mampu dan mulai didistribusikan di 353 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Sidoarjo.

Dari data yang tercatat di Data terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS ) Kabupaten Sidoarjo. Perangkat Desa diminta verifikasi ulang, agar bantuan diberikan tepat sasaran pada keluarga tidak mampu. Pemkab juga berharap data tersebut, bisa segera diselesaikan cepat oleh kepala Desa dan Lurah. Sehingga pembagian bisa berjalan sesuai rencana.

"Fokus membagi ke 135 ribu kepala keluarga dulu, 24 ribu masih disimpan, ditambah ada bantuan dari pengusaha juga," ujar Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Kabupaten, Rabu (15/4).

Selain 135 ribu Kartu Keluarga, Pemkab juga menyiapkan 24 ribu paket bagi pekerja, kemudian usaha mikro dan beberapa elemen lain yang terkena dampak sosial akibat pandemik ini.

Cak Nur Sapaan akrab Wakil Bupati Sidoarjo juga menambahkan, Pemerintah Desa dapat segera menyusun program penanganan Covid-19. Dengan melakukan pergeseran APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa). untuk memberikan bantuan sembako berupa padat karya. Yang diharapkan semakin meringkankan beban gugus tugas tingkat kabupaten.

“Yang tidak kebagian paket sembako, namun kenyataannya dia membutuhkan. Bisa pakai APBDes,” tegas Cak Nur.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Disnaker Kab. Sidoarjo M Anwar Khoifin menyampaikan, korban PHK di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur total sudah ada 9.188. Diantaranya PT Hair Star Indonesia, PT Aneka Pratama Plastindo, PT Seruni Sempana Agung, PT Satrindo Utama Makmur PT Toya Indo Manunggal.

Dan yang paling banyak berada di PT Young Tree industries sebanyak 6000 lebih. Kemudian juga, PT Agung Citra Abadi 500 orang, PT Wangsa Manunggal 140 orang, dan Hotel Utami 64 orang.

"Data itu yang baru masuk sekarang ini. Kemungkinan besar akan terus bertambah, karena penyebaran Virus Corona semakin tinggi," ucap M. Anwar. (bil)

 

Editor : Lasiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru