MERAHPUTIH|MALUKU- Kasus pengerusakan atribut Natal dan penganiayaan terhadap warga Latta, ditanggapi keras oleh Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royang (Kosgoro) Maluku, oknum TNI AL tersebut akan dilaporkan ke pusat.
Peristiwa pengerusakan itu terjadi pada Minggu, (13/12) malam di Desa Latta, Baguala, Ambon, dekat Lantamal IX Ambon. Diduga pengerusakan dan penganiayaan itu lantaran oknum TNI AL dalam pengaruh minuman keras.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
Atas peristiwa ini, Kosgoro juga meminta agar oknum tersebut dipecat tidak dengan hormat karena Maluku sangat menghormati toleransi umat beragama.
"Saya minta seluruh oknum TNI AL yang memukul masyarakat dan mengrusak atribut Natal dipecat, harus ditindak tegas, karena akan membangun bibit terorisme dan membuat intoleran di Maluku,'' tegas Ketua Kosgoro Maluku Henri Toisuta kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/12).
Selain itu dirinya akan melaporkan masalah ini sampai kepusat karena mengganggu toleransi umat beragama.
''Saya memohon kepada Pak Presiden Jokowi untuk melihat hal ini karena benteng terakhir masyarakat adalah TNI/Polri, kalau Oknum TNI sudah berlaku sembarangan kemudian memukul masyarakat dalam suasana yang membangun silaturahmi di Maluku ini sangat-sangat mengganggu sekali, " tegas Toisuta.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Masyarakat Maluku tidak adanya namanya intoleran Idul fitri menurutnya Idul Fitri bersama, Natal juga natal bersama.
''Kita sangat menjaga hubungan persaudaraan itu di Maluku. Kejadian yang lalu jangan dirusak. terutama komandan angkatan laut saya minta ditindak tegas,'' urai Toisuta.
Tindakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum TNI AL katanya harus dipecat.
''Ini tidak bermoral, harus dipecat semuanya. Penegakan hukum harus tetap jalan dan kami minta pangdam harus memperhatikan ini,'' pinta Toisuta.
Baca juga: Bandara Pattimura Ambon Wujudkan Kepedulian Lewat Program “Injourney Airport Sehat” di Negeri Hatu
Semua masyarakat ini berlindung dibawa undang-undang dan aturan mengamanatkan kalau TNI Polri adalah benteng terakhir untuk mengayomi masyarakat.
''Kalau ada oknum TNI berbuat begitu, ini apa, mau perang dengan masyarakat, jangan seperti itu kami minta harus dipecat,'' ujarnya. (boy)
Editor : Eko Yudiono