Dua Anggota MIT Tewas Dalam Baku Tembak di Poso

harianmerahputih.id
TEWAS DITEMBAK: Lokasi kejadian baku tembak polisi dan anggota MIT. ANTARA

MERAHPUTIH| POSO- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menembak mati dua pelaku penyerangan terhadap polisi yang bertugas pengamanan salah satu bank di Kabupaten Poso. Belakangan diketahui mereka adalah kelompok sipil bersenjata jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Mereka adalah Muis Fahron alias Abdulah, kemudian Ali Darwin alias Gobel DPO. Keduanya berhasil dilumpuhkan oleh aparat gabungan saat terjadi kontak tembak dengan di jalan lingkar daerah Kayamaya, Kabupaten Poso.

Baca juga: Fenomena ACAB 1312: Dari Jalanan Inggris ke Media Sosial Indonesia

Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal mengatakan ada bom di badan dua orang pelaku DPO jaringan MIT penyerang petugas polisi yang tewas dalam kontak tembak, di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (15/4).

"Setelah melakukan aksinya kedua pelaku melarikan diri, kemudian dikejar dan dilakukan penyisiran tim kita dan didapati dua-duanya di sini (lokasi kontak tembak,red) dan di badannya ada bom sehingga dengan kondisi itu harus dilumpuhkan," ungkap Kapolda Irjen Pol Syafril Nursal, di Kabupaten Poso.

Kapolda menegaskan, tindakan tegas tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi tindakan yang bisa membahayakan tim aparat yang melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

Karena sebelumnya dua pelaku ini telah melakukan penyerangan terhadap polisi yang bertugas pengamanan salah satu Bank di Kota Poso. Akibatnya, anggota polisi tersebut alami terluka tembak di dada sebelah kanan tembus punggung belakang.

Kapolda meyakinkan jika, kedua pelaku merupakan anggota kelompok sipil bersenjata jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) MIT pimpinan Ali Kalora.

Baca juga: Langkah Cepat Wali Kota Eri Cahyadi: Kawal Laporan Dugaan Penahanan Ijazah Hingga ke Polisi

"Untuk itu saya meminta kepada Ali Kalora dkk untuk segara menyerah, kalau tidak kita akan buru terus sampai kapanpun juga sampai habis semuanya," tegasnya.

Kemudian kata Kapolda, apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini di wilayah Kabupaten Poso, diduga rangkaian aksi oleh kelompok ini.

Beberapa waktu sebelumnya, menurut Kapolda, anggota polisi yang sedang patroli sempat disergap. Kemudian anggota jaringan ini melakukan tindakan sadis kepada petani yang sedang memanen kakao di perkebunan. Mirisnya, perbuatan itu dilakukan di depan anak dan istri korban yang masih kecil.
“Orang sipil tidak bersalah dibunuh secara keji. Ini merupakan tindakan yang sadis luar biasa.Target pelaku ini mengambil senjata dari anggota, tidak ada perampokan murni. Jadi mereka mengambil senjata dari TKP dan sesuai dengan rekaman CCTV yang kita punya,” jelasnya.

Tertangkap dan tewasnya dua pelaku membuat pengamanan di wilayah Poso dan sekitarnya diperketat. “Mengingat jaringan kelompok tersebut telah masuk ke dalam kota Poso. Pengamanan diperketat dengan melibatkan teman-teman dari TNI," ujarnya.

Baca juga: Sukatani Band dan Pertarungan Melawan Tekanan: Dari Intimidasi hingga Tawaran Menjadi Duta Polisi

Ia menambahkan untuk mayat kedua pelaku akan bawa ke Palu untuk diotopsi dan diidentifikasi.
"Barang bukti yamg didapat ada senjata FN, ada peluru, ada bom, sepeda motor yang dipakai dan beberapa barang bukti lainnya," kata Kapolda.

Kapolda juga menambahkan, saat ini diperkirakan DPO kelompok tersebut diduga sekitar 14 orang di wilayah Kabupaten Poso. "Masih sekitar 14 orang dan kita masih terus kami deteksi keberadaan mereka," katanya.

"Sementara kondisi polisi yang tertembak dalam kondisi stabil, saat ini sudah dirujuk ke Palu untuk mendapatkan perawatan intensif," imbuhnya. (ant/ono)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru