MERAHPUTIH | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, 200-an Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tiba di Bandara Juanda, dari Malaysia kondisinya negatif atau baik. Itu setelah sebelumnya dilakukan Rapid Test terhadap 200 orang pekerja migran tersebut.
"Meski begitu, mereka (PMI) yang tiba dari Malaysia diberikan tanda gelang sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke kampung halaman masing-masing," kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (15/4), malam.
Baca juga: Solidaritas Jatim untuk Aceh: Khofifah Tinjau Pengungsian Pidie Jaya
Para pekerja migran itu saat tiba di bandara, sesuai dengan prosedur penanganan dan pencegahan Gugus Tugas Covid-19, lebih dulu dilakukan pemeriksaan kesehatan. Mulai suhu tubuh, juga Rapid Test. Sebelumnya juga datang pahlawan devisa dari Malaysia yang lebih dulu transit di Medan, ada 78 orang, satu orang turun di Jakarta.
Di Bandara setelah dilakukan pemeriksaan, mereka kemudian diberikan gelang sebagai penanda untuk memudahkan pengawasan dan distribusi angkutan sampai di kampung halamannya. "Gelang penanda itu penting, sebagai bukti upaya ada screaning berlapis sesuai dengan ketentuan," jelasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Bawa Bantuan Rp3,8 Miliar ke Aceh, Tegaskan Eratnya Solidaritas Jawa Timur
Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga mengingatkan, upaya yang tepat untuk mencegah penyebaran Covid-19, adalah tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak dengan sesama. Jika keluar rumah hanya untuk urusan urgent dan secepatnya kembali ke rumah.
"Kami kembali mengingatkan, tetap tinggal di rumah adalah pilihan paling aman. Jadi, kita jaga diri kita berarti kita juga menjaga orang lain," pungkasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Sholat Ghaib untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sebelumnya, disebut sekitar 200 an orang pekerja migran tiba di Bandara Juanda, dari Malaysia. Dan, sebanyak 78 orang (satu orang turun di Jakarta), asal Jatim, transit di Medan dari Malaysia. Dengan angkutan khusus yang disiapkan Pemprov Jatim, mereka kemudian diantar ke kampung halaman masing-masing.(tji/red)
Editor : Tudji Martudji