MERAHPUTIH|KABUL- Seorang jurnalis Afganistan ditembak mati dalam serangan mobil di pusat provinsi Ghor, pelaku media profesional kelima yang dibunuh di negara itu dalam dua bulan terakhir, menurut laporan pejabat pada Sabtu.
Bismellah Adel Aimaq (28 tahun), direktur pemberitaan stasiun radio Sada-e-Ghor, tewas terbunuh dekat kota Firoz Koh, yang merupakan ibu kota Ghor, pada Jumat, seperti dilansir ANTARA.
Baca juga: Naik 54 Persen, Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun
Tak ada kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
"Dia (Bismellah) berusia 28 tahun, dan mulai bekerja dengan Radio Sada-e-Ghor sejak 2015, sebut wakil gubernur Ghor, Habibollah Radmanesh.
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengutuk pembunuhan itu dan pemerintahannya berkomitmen untuk mendukung dan mempromosikan kebebasan berekspresi.
Baca juga: Jokowi Bicara di Major Economies Forum on Energy and Climate 2021
"Taliban dan kelompok teroris lainnya tidak dapat membungkam suara-suara absah para jurnalis dan media, dengan melakukan serangan semacam itu," katanya dalam sebuah cuitan di Twitter.
Seorang aktivis masyarakat sipil juga dibunuh oleh milisi tak dikenal pada Jumat.
Pembunuhan yang menargetkan jurnalis, pejabat pemerintah dan aktivis hak, telah meningkat dengan cepat dalam beberapa bulan terakhir kala kekerasan melonjak di Afghanistan meski diskusi terkait perdamaian antara pemerintah dan Taliban berlangsung.
Baca juga: Jokowi: P4G Harus Dilakukan dengan Cara yang Luar Biasa
Taliban mengatakan pada Desember tidak terlibat dalam pembunuhan pelaku media.
Sumber: Reuters
Editor : Eko Yudiono