Tidak ingin Kecolongan Corona, Pemdes Bringkang Batasi Jam Buka Warkop

harianmerahputih.id
LAWAN CORONA: Himbauan yang disebarkan Pemdes Bringkang. HMP/ono

MERAHPUTIH| GRESIK- Tidak ingin kecolongan Pemerintah Desa (Pemdes) Bringkang Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik wanti-wanti agar warganya mentaati protokol kesehatan terkait Covid-19. Kamis, (16/4), Kepala Desa setempat, Sukarno membagikan selebaran yang isinya merupakan tindakan atau cara-cara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Surat edaran resmi itu bernomor: 143/046/437.111.02/2020.

“Setelah ditetapkan sebagai zona merah kami tidak ingin kecolongan. Apalagi Bringkang merupakan daerah strategis yang menghubungkan dengan Surabaya dan Sidoarjo,” ungkap Sukarno. Kata Sukarno, selebaran adalah cara kesekian yang dilakukan pihaknya dalam menekan penyebaran virus Corona. “Sebelumnya kami juga telah melakukan sosialiasi keliling dan penyemprotan disinfektan,” terang Sukarno yang menjabat sebagai Kepala Desa selama dua periode ini.

Secara garis besar, selebaran kemarin berisi agar warga Bringkang tidak lagi mengadakan kegiatan yang mengumpulkan massa. Jika keluar rumah, warga juga diminta untuk memakai masker. Selalu mencuci tangan setelah keluar rumah, menjaga jarak hingga buka tutup akses jalan ke kampung. “Kami juga membatasi jam buka warung kopi maksimal pukul 21.00,” tegas kepala Desa berkumis itu. Jika ada Warkop yang melanggar, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan penutupan.

Sukarno berharap agar warga benar-benar mematuhi himbauan yang ada. “Karena jika melanggar akan dikenakan sanksi atau hukuman pidana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” terang Sukarno.

Sebelumnya, tersebar berita jika salah satu warga Bringkang positif Covid-19 yang meninggal dan dirawat di rumah sakit BDH, Surabaya. Tapi belakangan, warga yang diisukan meninggal karena Corona adalah hoax belaka. “Kami juga berharap agar warga Bringkang bisa memilah berita atau kebenaran informasi sebelum disebarkan ke media sosial atau WA grup. Karena dalam kondisi seperti saat ini, informasi tidak benar terkait Corona akan membuat warga menjadi resah,” urai Sukarno. (ono)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru