Jokowi Jamu PM Malaysia dengan Masakan Rendang

harianmerahputih.id
Tangkapan layar - Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan PM Malaysia Muhyiddin Yassin, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat. (Rangga)

MERAHPUTIH|JAKARTA- Presiden RI Joko Widodo menjamu PM Muhyiddin Yassin dengan santap siang rendang seusai menunaikan ibadah shalat Jumat.Indonesia mendapatkan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.


"Menu rendang, khas Indonesia yang tentu juga harus dinikmati oleh tamu negara. Dan menu lain yang semua bernuansa panas, hangat," ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dalam keterangan pers secara virtual dari Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, demikian seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: Anthony G Latuheru dan Subhan Pattimahu Siap Ramaikan Bursa Pilkada Kota Ambon

Heru menyampaikan jamuan santap siang disajikan dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Semua sajian akan disediakan langsung di meja dan sudah melewati proses sterilisasi, termasuk juga alat makan.

Tamu negara akan mengambil makanan secara mandiri atau tidak dilayani, sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan ketat tersebut.

Baca juga: Gerindra Potensi Salip PKB dan PDIP di Jatim Versi ARCI, ini Faktornya

"Jamuan semua yang melakukan santap siang, semua mandiri tidak ada yg melayani, semua tersaji di meja makan, semua steril. Ada garpu, piring segala macam disiapkan di tempat steril pemanas. Nanti masing-masing mengambil sendiri. Itu khas saat pandemi," ujar Heru.

Rencananya dalam pertemuan ini kedua negara akan membahas sejumlah hal antara lain kerja sama ekonomi, keamanan regional, hubungan bilateral, hingga upaya penanganan COVID-19 oleh kedua negara.

Baca juga: Bolone Mas Gibran Bersyukur dan Gelar Tasyakuran Sambut Putusan MK

Kunjungan kenegaraan ke Indonesia ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama Muhyiddin Yassin sejak dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia Maret 2020 lalu.

Berdasarkan tradisi, Malaysia selalu menjadikan Indonesia sebagai negara pertama untuk dikunjungi.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru