Varian Virus Corona Baru Tiga Kali Lebih Menular

harianmerahputih.id
Dokumentasi: Seorang karyawan bekerja di bagian pembotolan di mana Coronavac, vaksin SinoVac untuk penyakit virus corona (COVID-19) akan diproduksi di pusat biomedis Brazil, Butantan Institute, di Sao Paulo, Brazil, Selasa (22/12/2020). ANTARA FOTO/REUTER

MERAHPUTIH|BRAZIL-Kabar kurang bagus terkait pandemi Covid-19. Varian virus corona yang teridentifikasi di wilayah Amazon Brazil kemungkinan tiga kali lipat lebih menular namun analisis awal menunjukkan bahwa vaksin yang ada saat ini masih efektif melawannya, kata Menteri Kesehatan Eduardo Pazuello, Kamis (11/2)--tanpa menyertakan bukti.

Di bawah tekanan ketika varian baru itu menyerang kota Manaus dengan gelombang kedua infeksi, Pazuello berupaya meyakinkan legislator bahwa lonjakan kasus dalam beberapa bulan belakangan memang tidak terduga namun masih di dalam kendali, demikian seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: Naik 54 Persen, Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun

Ia, dalam rapat Senat, juga menyampaikan bahwa Brazil akan memvaksin setengah dari populasi yang memenuhi syarat per Juni tahun ini dan sisanya per akhir tahun.

 

Brazil memulai vaksinasi dengan vaksin COVID-19 Sinovac asal China dan AstraZeneca asal Inggris sejak tiga pekan lalu. Pazuello tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana efektivitas keduanya melawan varian Amazon dianalisis.

"Puji Tuhan, kami menerima berita dari analisis bahwa vaksin-vaksin tersebut masih mempunyai efek terhadap varian ini. Namun (varian) ini lebih menular. Menurut analisis kami, tiga kali lebih menular," kata Pazuello.

Baca juga: Jokowi Bicara di Major Economies Forum on Energy and Climate 2021

Kementerian Kesehatan, yang belum merilis informasi mengenai hasil analisis, belum memberikan komentarnya hingga berita ini diturunkan.

Institut Butantan di Sai Paulo, yang bermitra dengan Sinovac untuk pengujian dan produksi vaksin, menyebut dalam penyataan bahwa pihaknya telah memulai kajian tentang varian Manaus Amazon, namun belum dapat mempunyai kesimpulan hingga dua pekan mendatang.

Sementara pusat biomedis Fiocruz di Rio de Janeiro, yang bermitra dengan AstraZeneca, menyatakan bahwa pihaknya tengah mempelajari efikasi vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford itu terhadap varian Amazon, dengan telah mengirimkan sampel ke Oxford dan kini menunggu hasilnya.

Baca juga: Jokowi: P4G Harus Dilakukan dengan Cara yang Luar Biasa

Sumber: Reuters

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru