Bulog Lampung Distribusikan Beras hingga 20 Ribu Ton

harianmerahputih.id
Pasokan beras asal Lampung yang ada di komplek gudang Bulog Lampung. Bandarlampung, Senin 15/2/2021 (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

MERAHPUTIH|LAMPUNG-Kontribusi Lampung terhadap distribusi pasokan beras ke sejumlah provinsi pada tahun 2020 mencapai 20.000 ton.Catatan ini disampaikan Perum Bulog Divisi Regional Lampung.

"Lampung dengan jumlah produksi beras cukup besar ikut serta dalam memasok kebutuhan pangan ke beberapa daerah seperti Bengkulu, Jambi, Riau," ujar Kepala Perum Bulog Divre Regional Lampung, Faisal di Bandarlampung, Senin, seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

Ia mengatakan tercatat pada tahun 2020 kontribusi Lampung dalam memasok stok beras ke sejumlah daerah mencapai 20.000 ton.

"Untuk tahun ini masih dalam proses karena stok di daerah masih ada. Kita mengirimkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, untuk tahun lalu ada sekitar 20.000 ton," katanya.

Ia menjelaskan pada tahun 2020 target pengadaan beras di Lampung yang dibebankan oleh kantor pusat Bulog mencapai 63.000 ton dan target tersebut telah tercapai.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

"Target pengadaan beras tahun lalu sudah semua tercapai, bahkan lebih 5.000 ton dan untuk mencapai target tersebut semua beras diperoleh dari berbagai petani yang ada di Provinsi Lampung," katanya lagi.

Menurutnya, 63.000 ton beras tersebut selain didistribusikan ke beberapa provinsi yang membutuhkan juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan stabilisasi harga di Lampung.

"Kita pastikan untuk tahun 2021 stok beras Lampung aman, dan diharapkan produksi padi Lampung dapat terus terjaga," ucapnya.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung luas panen padi Lampung tahun 2020 sebesar 544 ribu hektar naik 79 ribu hektar dibanding tahun 2019 yang hanya 464 ribu hektar.

Selain itu peningkatan juga terjadi pada jumlah produksi padi dimana ada 2,60 juta ton gabah kering giling naik 20,37 persen dibandingkan tahun 2019 dengan jumlah 2,16 juta ton gabah kering giling dan bila dikonversi menjadi beras konsumsi masyarakat tercatat potensi produksi padi pada 2020 mencapai 1,49 juta ton.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru