MERAHPUTIH|SURABAYA - Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, meminta Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, untuk memikirkan alokasi anggaran untuk menciptakan lapangan kerja di masyarakat.
Permintaan itu terkait pergeseran dan perubahan kegiatan pada APBD Kota Surabaya, di tengah pendemi Covid-19, yang menimbulkan berbagai dampak sosial-ekonomi di masyarakat.
“Prinsipnya, kita ingin, ada alokasi anggaran dari APBD yang berputar di Surabaya, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Ada multiplayer effect. Untuk mengungkit ekonomi lapisan bawah, para pedagang kecil, toko kelontong, pekerja harian, pelaku UMKM, dan sebagainya,” ucap, Adi Sabtu (18/4).
Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini, mencontohkan pembuatan alat pelindung diri (APD) dan masker. Pembuatan kering tempe dan abon, yang rencananya didistribusikan Pemkot Surabaya kepada warga MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) selama 2 bulan.
“Itu memberdayakan UMKM di Surabaya, yang menyerap tenaga-tenaga kerja warga setempat. Maka, dari alokasi APBD yang dikucurkan, akan memberi efek ekonomi nyata ke masyarakat Surabaya,” katanya.
“Itu hanya contoh ya. Pemkot Surabaya bisa mendesain kebijakan, yang secara kreatif memutar uang APBD, agar bermanfaat bagi penyerapan kerja masyarakat di Surabaya,” lanjut dia.
Ia menerangkan, DPRD memahami ketersediaan dana di kas Pemerintah Kota Surabaya, sangat terbatas. Sementara banyak yang harus dikerjakan. Di pihak lain, dari sisi pendapatan daerah pasti turun.
“Proyeksi atas pendapatan pasti turun. Dari pajak dan retribusi, turun. Pemkot Surabaya yang bisa menerangkan estimasi di saat pendemi Covid-19,” kata Adi.
Lanjut Adi, saat ini praktis salah satu persoalan penting bagi masyarakat adalah melambannya kegiatan ekonomi. Bahkan beberapa sektor berhenti. PHK karyawan, tenaga kerja harian dan serabutan menjadi tidak punya penghasilan.
“Maka, APBD juga menjadi instrumen untuk menciptakan jaring-jaring pengaman sosial, salah satunya menciptakan lapangan kerja. Tentu dengan memperhatikan kemampuan keuangan Pemkot Surabaya,” kata Adi.
Ia mengatakan, akan menyuarakan usulan tersebut dalam rapat dengar pendapat, antara Badan Anggaran DPRD Kota Surabaya dengan Tim Anggaran Pemkot Surabaya. “Usulan itu, pasti saya sampaikan ke Pemkot Surabaya,” kata Adi.
Sebelumnya, pria yang pernah menjadi Jurnalis tersebut mengatakan, untuk penanganan covid-19 ini dianggarkan Rp 196 Miliar yang diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya.
“Untuk yang 160 milyar itu dicadangkan bagi warga Surabaya yang tidak mampu atau untuk kebutuhan sembako, seperti beras, minyak goreng, dan lain - lain, dan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan mendapat keringanan bahkan pembebasan biaya untuk air PDAM," pungkasnya.
Diketahui hingga saat ini wabah Covid-19 di Kota Surabaya semakin meningkat dan terus mengalami pelonjakan yang cukup signifikan. Berikut data penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya,
Peta Sebaran Covid-19 di Kota Surabaya, Data per 21 April 2020
PDP Sembuh :238
PDP Meninggal : 2
Konfirmasi Meninggal : 33
Total PDP : 829
Total ODP : 2,007
Total Konfirmasi : 310
Berikut rincian penyebaran Covid-19 di setiap Wilayah Surabaya,
Surabaya Barat
PDP : 204
PDP Sembuh : 60
PDP Meninggal : 0
ODP : 447
ODP Dipantau : 228
Konfirmasi : 47
Konfirmasi Sembuh : 8
Konfirmasi Meninggal : 6
Surabaya Pusat
PDP : 86
PDP sembuh : 30
PDP meninggal : 1
ODP : 186
ODP dipantau : 94
Konfirmasi : 33
Konfirmasi sembuh : 3
Konfirmasi meninggal : 5
Surabaya Selatan
PDP : 210
PDP Sembuh : 53
PDP Meninggal : 0
ODP : 612
ODP Dipantau : 294
Konfirmasi : 81
Konfirmasi Sembuh : 19
Konfirmasi Meninggal : 5
Surabaya Timur
PDP : 188
PDP Sembuh : 54
PDP Meninggal : 0
ODP : 578
ODP Dipantau : 291
Konfirmasi : 85
Konfirmasi Sembuh : 13
Konfirmasi Meninggal : 10
Surabaya Utara
PDP : 141
PDP Sembuh : 41
PDP Meninggal : 01
ODP : 184
ODP Dipantau : 89
Konfirmasi : 64
Konfirmasi Sembuh : 3
Konfirmasi Meninggal : 7 (gun)
Editor : Lasiono