Komisi D DPRD Surabaya: Dinkes Harus Menambah Petugas Vaksinasi

harianmerahputih.id
Arsip Foto. Petugas kesehatan memberikan suntikan vaksin COVID-19 ke tokoh agama di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021). ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj.

MERAHPUTIH|SURABAYA-Dinas Kesehatan (Dinkes) harus menambah petugas vaksinasi pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap kedua. Saran ini disampaikan oleh Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Akmarawita Kadir di Surabaya, Rabu, mengatakan, penambahan petugas vaksinasi perlu dilakukan karena target vaksinasi tahap kedua lebih banyak dibandingkan pada tahap pertama.

Baca juga: Anthony G Latuheru dan Subhan Pattimahu Siap Ramaikan Bursa Pilkada Kota Ambon

Target vaksinasi COVID-19 tahap kedua sekitar 360.000 orang sedangkan pada tahap pertama sasarannya hanya 33 ribu orang.

"Ini menjadi alasan utama penambahan vaksinator," kata Akmarawita, seperti dilansir ANTARA.

Pada vaksinasi COVID-19 tahap pertama di Kota Surabaya, ada sekitar 800 petugas vaksinasi yang dikerahkan.

Baca juga: Gerindra Potensi Salip PKB dan PDIP di Jatim Versi ARCI, ini Faktornya

"Jika tidak ada penambahan vaksinator kami mengkhawatirkan para vaksinator ini akan mengalami kelelahan sehingga dapat mempengaruhi (pencapaian) target vaksinasi," katanya.

Menurut Akmarawita, Dinas Kesehatan juga perlu menambah jumlah tempat pelayanan vaksinasi.

"Kami mengusulkan untuk tempat vaksinasi ini bisa berkoordinasi dengan instansi maupun lembaga yang akan dilakukan vaksinasi sehingga dengan banyaknya tempat vaksinasi pencapaian target bisa cepat diselesaikan," katanya.

Baca juga: Bolone Mas Gibran Bersyukur dan Gelar Tasyakuran Sambut Putusan MK

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita sebelumnya mengatakan bahwa vaksinasi tahap kedua dilaksanakan di beberapa tempat termasuk Balai Kota Surabaya, Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, serta seluruh puskesmas.

"Untuk vaksinasi tahap dua ini, Pemkot Surabaya mendapatkan 12.480 vial vaksin COVID-19. Satu vial vaksin dosisnya bisa digunakan untuk 10 orang, sehingga 12.480 vial itu bisa digunakan untuk 124.800 sasaran," katanya.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru