Enam Rumah Terbakar, 25 Warga di Aceh Tenggara Mengungsi

harianmerahputih.id
Warga melintasi musibah kebakaran rumah warga di Desa Titimas, Kecamatan Babul Rahmah, Senin (1/3/2021) ANTARA/HO-BPBD Aceh Tenggara

MERAHPUTIH|ACEH-Kebakaran terjadi di Desa Titimas Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh. Akibat kejadian ini enam unit rumah warga hangus dan membuat 25 warga terpaksa harus mengungsi, Senin.

“Korban rumah yang terbakar saat ini masih harus mengungsi ke rumah kerabatnya,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas di Banda Aceh, Senin, seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

 

Ilyas menjelaskan peristiwa kebakaran di Kecamatan Babul Rahmah sekitar pukul 12.48 WIB mengakibatkan lima unit rumah rusak berat dan satu unit rumah rusak ringan, milik enam kapala keluarga (KK) dengan total korban terdampak 25 jiwa.

Kata dia BPBD Kabupaten Aceh Tenggara mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian untuk proses pemadaman api, turut dibantu prajurit dan personel TNI-Polri.

 

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa itu. Informasi yang diterima bahwa api telah berhasil dipadamkan dan kini tengah proses pendinginan sejak pukul 13.37 WIB, katanya.

“Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak yang berwajib,” kata Ilyas lagi.

Sebelumnya, BPBA melaporkan bahwa kebakaran menjadi bencana paling dominan terjadi di daerah Tanah Rencong sepanjang Februari 2021. Meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 37 kali dengan total perkiraan kerugian Rp14,9 miliar, serta kebakaran pemukiman tercatat 29 kali.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

 

“Kebakaran pemukiman ini menghanguskan 37 unit rumah dan 11 ruko atau warung serta mengakibatkan 80 orang pengungsi dengan total prediksi kerugian mencapai Rp10 miliar,” kata Ilyas.

Oleh sebab itu, dia mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk waspada dan menjaga lingkungan. “Kebakaran menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan hingga ekonomi, serta membuat citra buruk Indonesia. Upaya pencegahan tentunya sangat penting dengan menambah sarana dan prasarana” ujarnya.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru