Perusahaan Kelapa Sawit di Nunukan Butuh 4.000 Pekerja

harianmerahputih.id
Buruh menurunkan tandan buah sawit (TBS) dari mobil truk di Pelabuhan Rakyat Lalosalo, Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Nunukan, Kaltara, Minggu (29/3). Ribuan ton TBS setiap pekan terpaksa diekspor ke Tawau, Malaysia, diangkut menggunakan kapal

MERAHPUTIH|NUNUKAN-Peluang pekerjaan masih terbuka lebar di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Sebab, puluhan perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit di Kabupaten tersebut, membutuhkan 4.000 pekerja khusus untuk petik buah segar.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan, Abdul Munir setelah menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Nunukan, Rabu, seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

Ia mengatakan hasil laporan dari perusahaan kelapa sawit saat masih lowong lapangan pekerjaan hingga 4.000 lebih khusus untuk pekerja pemetik buah segar. Namun lowongan ini kurang diminati oleh pekerja lokal yang tersedia sehingga sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut.

Abdul Munir mengakui kesulitan memenuhi permintaan perusahaan kelapa sawit disebabkan semakin banyaknya lowongan pekerjaan yang terbuka di daerah lainnya terutama Negeri Sabah, Malaysia, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nunukan.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

 

Kebutuhan pekerja hingga ribuan orang ini, kata dia, menjadi peluang bagi orang-orang yang masih mampu bekerja berat dengan upah yang disesuaikan dengan UMK (upah minimum kabupaten) sebesar Rp3.082.000 per bulan.

Baca juga: Bandara Pattimura Ambon Wujudkan Kepedulian Lewat Program “Injourney Airport Sehat” di Negeri Hatu

Bahkan, kata Kadisnakertrans Nunukan ini, perusahaan juga bersedia membayar kelebihan waktu kerja (overtime) atau menggunakan sistem borongan.

"Jadi perusahaan disini khususnya perusahaan kelapa sawit selalu berkoordinasi masih kekurangan pekerja. Semua pekerja yang dibutuhkan itu mencapai 4.000-an orang," kata Abdul Munir.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru