MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemerintah Jawa Timur kekurangan 4,2 juta vaksin untuk penyuntikan dosis kedua yang sudah jatuh tempo. Keterbatasan vaksin ini yang membuat vaksinasi di Jawa Timur terhambat.
"Hari ini, Jawa Timur ini yang jatuh tempo dosis kedua ini kita minus 4,2 juta. Artinya kita membutuhkan vaksin dosis kedua 4,2 juta," kata Khofifah seusai memantau proses vaksinasi dosis pertama bagi warga Nusa Tenggara Timur di Surabaya dan sekitarnya, di Ruang Binaloka kompleks Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (6/8/2021).
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Khofifah mengaku sudah menyampaikan kekurangan vaksin itu kepada pemerintah pusat dalam rapat koordinasi.
"Sudah kami koordinasikan dalam Rakor bersama Menko Marves, juga koordinasi dengan Pak Menkes juga koordinasi dengan Pak Mendagri. Bahwa memang ada kebutuhan-kebutuhan mendesak bagi yang sudah jatuh tempo pada dosis kedua," kata Khofifah.
Dengan begitu, vaksinasi dosis kedua yang seharusnya sudah bisa dilaksanakan masih harus menunggu kedatangan vaksin.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Dari keterbatasan vaksin menjadi proses yang mestinya bisa lebih masif harus menunggu sampai kapan datangnya vaksin yang lebih besar dan lebih cepat," jelasnya.
Di sisi lain, pihaknya terus memperluas jangkauan vaksinasi untuk dosis yang pertama. Khofifah berharap, vaksin yang dijadwalkan tiba pada pekan depan jumlahnya lebih banyak.
Sementara itu, Maksimus Lewogete, pemuda asal Adonara, Nusa Tenggara Timur yang sebelumnya menulis surat terbuka untuk Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa agar mendapatkan program vaksinasi khusus warga NTT di Surabaya dan sekitarnya yang belum menerima vaksin dosis satu mengaku senang dengan difasilitasinya vaksinasi ini.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
"Atas nama masyarakat NTT di Surabaya, saya menyampaikan terima kasih kepada Bu Kofifah yang telah memfasilitasi vaksinasi kepada kami," kata Maksimus.
Kedatangan Khofifah yang didampingi Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono sekaligus menyerahkan bantuan sembako pada perwakilan warga NTT di Surabaya yang telah selesai divaksin. Khofifah berharap pemberian sembako itu dapat meningkatkan gizi komunitas warga NTT selama pandemi dan masa PPKM.(red)
Editor : prass prasetyo