MERAHPUTIH I SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kementerian Agama (Kemenag) dan industri perbankan terus mendorong program peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi kelompok pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Pada Agustus ini, program KEJAR dikemas dalam satu rangkaian kegiatan KEJAR Prestasi Anak Indonesia atau disingkat KREASI yang acara puncaknya digelar secara virtual pada Selasa (24/8) dan diikuti 1.000 pelajar dari sejumlah sekolah yang berada di beberapa daerah.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Di Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara Puncak Kejar Prestasi Anak Indonesia Satu Rekening Satu Pelajar Wujudkan Mimpi Anak Indonesia di SMA Khadijah Surabaya.
Turut hadir Kepala Kanwil BI Jatim Budi Hanoto, Kepala Kantor Regional IV OJK Jatim Bambang Mukti Riyadi dan Dirut Bank Jatim Busrul Iman beserta Ketua Yayasan Khodijah Ridwan Nasir.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program Satu Rekening Satu Pelajar ini bagian dari penyiapan ekosistem keuangan digital. Dimana saat ini rata rata proses transaksi menggunakan non tunai, bahkan sudah mobile banking.
"Ekosistem ini harus kita siapkan semaksimal mungkin, sekonprehensif mungkin, sedini mungkin. Sehingga mereka menjadi friendly dengan mobile banking, mereka jadi friendly dengan digital banking, mereka jadi lebih friendly dengan financial inclusion" kata Khofifah.
Sementara itu, Dirut Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah Jatim hingga saat ini telah senantiasa mendukung program Satu Rekening Satu Pelajar.
Baca juga: Khofifah Gelar Pasar Murah ke-180 di Beji-Pasuruan, Harga Pangan Dibikin Ramah Warga
"Sejak kick off pada 1 Oktober 2020 lalu sejumlah 30 ribu rekening SMA/SMK se-derajat di Jatim secara serentak diawali melalui Bank Jatim," ucap Busrul.
Oleh sebab itu, guna mendukung keberhasilan program Satu Rekening Satu Pelajar, digelar kegiatan yang dapat meningkatkan awareness dengan lembaga regional, pemerintah daerah, industri perbankan dan stake holder yang dapat mendorong tumbuhnya kesadaran menabung sejak dini.
Busrul menyebutkan, pada Juli-Agustus 2021 Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah Jatim telah mencakup 61 ribu rekening pelajar dengan total nominal lebih dari Rp 31 miliar.
"Kami harap program ini tidak hanya memberikan sumbangsih bagi perekonomian Indonesia namun juga menjadi langkah awal generasi muda Indonesia dalam mencapai mimpinya melalui rekening tabungan yang ada di sektor jasa keuangan," kata Busrul.
Baca juga: 6 Jabatan Penting Masih Kosong, Khofifah Pastikan Seleksi Dimulai Desember
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Regional IV OJK Jatim, Bambang Mukti Riyadi menjelaskan, tingginya angka kepemilikan rekening pelajar ini, dimotori oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Jatim, serta beberapa Bank lainya. Serta melibatkan seluruh Kabupaten Kota di Jatim.
"Jadi targetnya, tidak secara spesifik angkanya berapa, tapi intinya kita gencar setinggi tingginya, karena tujuannya adalah persiapan dini pelajar untuk bisa mengantisipasi perkembangan keuangan digital kedepan," ujarnya.
Melalui Kegiatan Puncak Satu Rekening Satu Pelajar Prestasi Anak Indonesia Tahun 2021, OJK memfasilitasi para pelajar untuk kebutuhan sehari hari mereka, dimana ada beberapa program Pemerintah yang inline dengan pembukaan rekening tersebut.
"Yang jelas, kita mendidik mereka untuk rajin menabung. Sekaligus mengenal produk keuangan yang ada secara formal terutama perbankan," terangnya.(red)
Editor : prass prasetyo