MERAHPUTIH I SURABAYA - Pandemi COVID-19 yang tidak selesai, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kembali ke Desa atau Back to Village (BTV).
Rektor UM Surabaya, Dr. dr. Sukadiono, M.M, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah melakukan kegiatan KKN dan membuat produk inovasi untuk membangun desa.
Baca juga: Game Kekerasan Seperti PUBG Bisa Bentuk Karakter Anak yang Tumpul Empati
"Saya sangat bangga kepada mahasiswa UM Surabaya yang turut membantu masyarakat melalui program KKN ini. Mahasiswa telah mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di kampus untuk bangun desa tempat mereka tinggal" ujarnya pada acara penutupan KKN dan Pameran di halaman Gedung At-Tauhid Tower UM Surabaya, Senin (30/08).
Adapun beberapa produk yang dipamerkan saat acara penutup KKN secara blended di kampus UM Surabaya pada hari senin, 30 Agustus 2021 sebagai berikut:
1. Pengusir Hama via Metrokontroler. Alat ini menggunakan sumber listrik dari panel surya, sehingga bisa dapat digunakan untuk area sawah yang jauh dari jangkauan PLN. Pada siang hari panel surya bekerja sebagai penyalur energi yang diserap dari panas matahari, panel surya meneruskan energi ke alat kontrol, alat kontrol akan menyimpan energi tersebut dalam aki/baterai
2. Alat Pengaduk Pupuk Organik. Alat ini dirancang tidak hanya dapat digunakan sekali dua kali saja, tetapi alat ini berguna 3 sampai 4 tahun kedepan bagi para petani, selain hasilnya dapat dimanfaatkan sendiri, petani juga bisa memproduksi olahan pupuk dengan alat ini untuk dipasarkan pada petani-petani di desa lain yang mana ini sangat membantu mengangkat perekonomian desa dan membangun petani-petani yang sukses panen.
Baca juga: Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Ramadan, Begini Tipsnya!
3. Alat pakan Bebek otomatis. Sebuah alat yang nantinya dapat membantu peternak khususnya bebek agar lebih efisien dalam segi waktu dalam pemberian makan dan minum guna mempercepat produksi peternakan bebek
4. Tempat Sampah Pintar. Tempat sampah pintar berbasis mikrokontroler juga dilengkapi sensor Ultrasonik. Sensor tersebut berfungsi sebagai pendeteksi orang yang akan membuang sampah, sehingga tempat sampah akan terbuka sendiri. Alat ini dibuat satu set tempat sampah yaitu organik dan anorganik sehingga masyarakat tahu dimana akan membuang sampah berdasarkan jenis sampahnya.
Baca juga: Waspada! Tidur Setelah Sahur Bisa Picu Serangan Jantung dan Stroke
Selain beberapa produk inovasi di atas, juga ada beberapa produk unggul hasil dari KKN 2021, di antaranya, Wedang Rimpang, Puding Kelor, Sabun Bala-bala, yaitu sabun berbahan dasar jelantah, dan GD Pot, pot tanaman yang memanfaatkan pelepah pisang.
Menurut Ketua LPPM UM Surabaya, Dede Nasrullah, KKN BTV ini sebagai pilihan KKN di masa Pandemi. Meski demikian, mahasiswa justru ditantang untuk berkontribusi secara nyata kepada masyarakat di tempat tinggal mereka.
"KKN kembali ke desa atau Back to Village merupakan kesempatan bagi mahasiswa membangun desa dengan inovasi" ucapnya. (red)
Editor : prass prasetyo