Bojonegoro Menutup Pasar di Malam Hari, Pedagang Sayur Resah

harianmerahputih.id
Salah satu Pasar tradisional yang sudah dilakukan penutupan oleh Pemerintah Bojonegoro. ( foto : yat/hmp)

MERAHPUTIH|BOJONEGORO - Puluhan pedagang sayur di Pasar Tradisional Kabupaten Bojonegoro, yang berjualan di malam hari mengeluhkan kebijakan Pemerintah Kabupaten, lantaran menutup pasar sayur disaat malam hari. Kebijakan itu dinilai tebang pilih, karena pasar hanya boleh beroperasi di siang hari.

Padahal selama ini, puluhan pedagang jika berjualan di malam hari, rela tidur di atas dagangan. Hal itu  dilakukan karena takut tidak punya tempat, jika  pasar buka pada pagi hari.

Pemkab Bojonegoro, melakukan larangan pasar beroperasi dimalam hari, termasuk pedagang sayur. Sehingga pasar sayur yang biasanya berjualan di malam hari diganti buka pada pagi mulai pukul 06.00 sampai 14.30 sore hari. Sehingga saat pasar buka, maka pedagang yang biasa jualan di alam hari, harus berebut tempat, untuk jualan.

Askar pedagang sayur, mengatakan, pedagang sayur yang biasa jualan pada malam hari, jika  jualan di pagi hari, maka harus berebut lokasi jualan dengan pedagang yang biasa buka pada waktu itu. "Sehingga saat ini banyak pedagang yang pindah jualan di kabupaten Tuban," ucap Askar, Kamis (23/4).

Askar berharap, ada perhatian khusus dari Pemerintah untuk menata pasar malam, agar pedagang bisa berjualan lagi, namun tetap menggunakan aturan penanganan Covid-19. Pasalnya pedagang sayur jika berubah waktu jualan, maka harus mencari pelanggan baru dan berebut tempat dengan pedagang pada siang hari.

"Saya kini pasrah mas dan berharap ada upaya dari Pemerintah untuk mengatur pedagang sayur di malam hari," ujar Junaidi salah seorang pedagang lombok. (yat)

 

Editor : Lasiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru