MERAHPUTIH I SURABAYA - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku optimis kesenian reog masuk daftar warisan budaya tak benda atau intangible cultural heritage (ICH) di United Nation Educational Scientific and Cultural (UNESCO).
Menurut Sugiri Sancoko, kesenian Reog Ponorogo menjadi satu-satunya warisan budaya yang masuk dalam prioritas pertama yang diusulkan dalam berkas usulan daftar warisan budaya tak benda yang membutuhkan perlindungan mendesak. Sementara warisan budaya yang lain tidak masuk dalam prioritas tersebut.
Baca juga: KPK Dalami Proyek Monumen Reog Ponorogo Usai Bupati Sugiri Sancoko Jadi Tersangka
"Saya optimis Reog masuk daftar warisan budaya tak benda di UNESCO selama Pak Mentri dan Pak Dirjen mengacu pada hasil penilaian tim penilai yang independen yang kapabel, ahli di bidangnya dan dia adalah fasilitator UNESCO untuk memilih Reog Ponorogo yang membutuhkan perlindungan mendesak," tandas Bupati Sugiri Sancoko kepada wartawan saat ditemui di sela sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Jawa Timur di Surabaya, Selasa (19/4/2002).
Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menyerahkan usulan berkas nominasi Reog Ponorogo sebagai warisan budaya takbenda yang terdapat di UNESCO. Berkas tersebut sudah diserahkan kepada direktorat perlindungan kebudayaan direktorat jenderal kebudayaan Kementerian Pendidikan kebudayaan dan teknologi pada hari Senin (14/3/2022) lalu.
Baca juga: Museum Peradaban Reog Siap Jadi Magnet Wisata Budaya Baru di Jawa Timur
"ya sudah komplit dong !, kami punya segudang bukti, segudang literatur yang kami jadikan acuan untuk mengajukan ke UNESCO," tegas Giri Sancoko.
Bentuk perjuangan Reog masuk ke UNESCO ini menurut Giri sebagai bentuk menjunjung tinggi warisan budaya nenek luhur. Sekaligus menarik wisatawan datang ke Ponorogo karena tertarik dengan Reog.
Baca juga: Gubernur Khofifah: Bawa Efek Berganda di Sektor Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi
Perlu diketahui, Pemkab Ponorogo sendiri sebelumnya pernah mengusulkan Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH UNESCO pada 2018, namun belum berhasil. Di tahun tersebut, justru Gamelan Indonesia yang lolos dan berhasil diakui UNESCO pada 15 Desember 2021.
Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan tradisional rakyat Ponorogo yang di dalamnya terdapat unsur-unsur penari warok, jatil, bujangganong, kelanasewandana, dan barongan. Tarian tersebut diiringi dengan seperangkat instrumen pengiring Reog khas ponoragan yang terdiri dari kendangi, kempul (gong), kethuk- kenong, slompret, tipung, dan angklung. (red)
Editor : prass prasetyo