Terima Bantuan Gubernur Jatim Khofifah

harianmerahputih.id
Gubernur Khofifah berbincang bersama para penjaga dan penggali makam sesaat sebelum menyerahkan bantuan, Rabu (27/4/2022).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali memberikan bantuan kepada penggali dan penjaga makam, penjaga pintu perlintasan kereta api dan perawat jenazah pada momen Ramadan tahun ini.

Khofifah mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan kali ketiga sejak ia memimpin Jatim. Total 101 orang dengan kriteria di atas menerima bantuan ini. Namun yang hadir hanya 50 orang karena lainnya tengah bekerja.

Baca juga: Solidaritas Jatim untuk Aceh: Khofifah Tinjau Pengungsian Pidie Jaya

"Ini sudah tiga tahun sebetulnya," kata Khofifah.

Pemberian santunan berupa sembako dan uang tunai itu, lanjut Khofifah, merupakan bentuk penghargaan kepada para pekerja sektor non formal tersebut. Mereka dengan ihklas telah bekerja selama puluhan tahun.

"Setinggi apapun orang, sekaya apapun ibaratnya orang sedalam apapun ilmunya kalau sudah wafat nggak bisa mandi sendiri. Pasti dimandikan, butuh dikafani, nggak bisa jalan sendiri ke makam. Ada penggali makam dan seterusnya," ujar Khofifah di Masjid Al Akbar Surbaya, Rabu (27/4).

Sehingga, apresiasi sederhana di saat seperti ini diharapkan menjadi bagian penguat keikhlasan bagi mereka untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

Baca juga: Gubernur Khofifah Bawa Bantuan Rp3,8 Miliar ke Aceh, Tegaskan Eratnya Solidaritas Jawa Timur

"Apa yang bisa kita sisir, sapaan-sapaan humanis yang bisa kita lakukan kita maksimalkan. Terutama di akhir Ramadan mudah-mudahan diterima Allah," demikian doa Khofifah.

Sementara itu, Mbah Min,  engungkapkan perasaan haru. Tangannya bergetar kala menerima bungkusan kertas putih dan satu tas penuh bahan pokok.

Mbah Min datang bersama cucunya. Matanya berkaca-kaca saat Gubernur Khofifah memberikan santunan dan mengucapkan permohonan maaf.

Baca juga: DMI Jatim Gelar Masjid Award 2025: Dorong Masjid Kembangkan Fungsi Sosial hingga Pendidikan

"Kulo niki kena penyakit stroke. Tapi taseh teng makam (tapi masih di makam, red). Kalau ada orang mati masih bisa (gali)," kata Mbah Min terbata-bata.

Pria baya penjaga Komplek Pemakaman Umum Pagesangan Selatan ini telah bekerja sebagai penggali kubur selama dua puluh tahun terakhir.

Ia selama ini tinggal di dalam komplek pemakaman. Dekat bangunan punden. Jika ada pekerjaan gali kubur, Mbah Min dibantu oleh putranya. Bantuan dari Gubernur Jatim Khofifah ini akan sedikit meringankan beban penggali dan penjaga makam itu di penghujung Ramadan tahun ini. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru