Presiden: Hindari Puncak Arus Balik

harianmerahputih.id
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait arus balik Lebaran tahun 2022 di Istana Kepresidenan Yogyakarta, pada Selasa, 3 Mei 2022. Foto: BPMI Setpres

MERAHPUTIH I YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi pada momen Idulfitri tahun ini untuk kembali lebih awal atau kembali setelah puncak arus balik. Pemerintah sendiri memprediksi bahwa puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 6-8 Mei 2022.

“Setelah kita merayakan hari raya Idulfitri di kampung halaman, tentu kita akan kembali ke tempat masing-masing untuk bekerja, maupun beraktivitas lainnya. Saya ingin mengingatkan bahwa pemerintah memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 6, 7, dan 8 Mei 2022,” ujar Presiden Joko Widodo dalam keterangannya di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, pada Selasa, 3 Mei 2022.

Baca juga: Lebaran 2025, KAI Layani Lebih dari 4,5 Juta Penumpang: Ada Peran Istimewa dari Para Pecinta Kereta Api

“Untuk menghindari kepadatan arus balik, dan agar kita semua nyaman di perjalanan, saya mengimbau, saya mengajak Bapak, Ibu dan Saudara-Saudara yang melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi agar kembali lebih awal atau kembali setelah puncak arus balik. Tentunya sesuai dengan izin yang didapatkan dari tempat kerja,” imbuhnya.

Baca juga: Lebaran 2025: Kereta Api Bukan Sekadar Transportasi, Tapi Gaya Hidup Mobilitas Baru

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah akan selalu berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat, termasuk mengatur perjalanan arus balik dengan manajemen lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Berbagai kebijakan tersebut, lanjutnya, diterapkan demi kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan.

Baca juga: Gibran Tinjau Arus Balik Lebaran di Command Center Jasa Marga

“Kebijakan ganjil genap, aturan satu arah (one way) dan larangan truk masuk jalan tol akan tetap diberlakukan. Semua dilakukan agar masyarakat tetap nyaman,” tandasnya. (red) 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru