MERAHPUTIH I SIDOARJO - Sejumlah tokoh yang mengatasnamakan Relawan Pecinta Kemanusiaan dan Anti Kekerasan Wilayah Surabaya-Sidoarjo menggelar doa bersama di Posko Rumah Aspirasi Indah Kurnia, Tambak Sumur, Sidoarjo, Selasa (7/6/2022) malam.
Doa bersama dipimpin oleh Gus Fahmi, pengasuh Pondok Pesantren An Nahdhoh Surabaya. Aksi kemanusiaan itu digelar secara hybrid dengan tagar Justice for Justin.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gelar Sosialisasi, Indah Kurnia: "Perlindungan Itu Penting!"
Ade Kunto, staff Rumah Aspirasi Indah Kurnia berharap penegak hukum menangi kasus penganiayaan terhadap Justin dengan tegas.
"Aksi kekerasan tidak dibenarkan dengan dalih apapun. Kejadian penganiayaan yang dialami oleh Justin Frederick yang sempat viral di media sosial harus mendapatkan keadilan, "ucap Ade
50 orang yang hadir langsung di lokasi acara dan 92 hadir secara online pada acara tersebut memberikan pernyataan sikap antara lain:
1. Mengutuk segala bentuk aksi kekerasan.
Baca juga: Indah Kurnia Hadiri Open House Keuskupan Surabaya, Tekankan Pentingnya Kerukunan Beragama
2. Mendukung kepolisian melakukan penegakkan hukum maksimal utk pelaku, termasuk pengembangan ke pelaku lain dan pelanggaran lainnya.
3. Memberikan dukungan kepada korban (justin sekeluarga) untuk mendapatkan keadilan.
4. Mengharap kepada masyarakat luas agar menjadikan pelajaran bahwa penganiayaan adalah penghinaan terhadap nilai kemanusiaan.
Baca juga: Indah Kurnia Laksanakan Sosialisasi 4 Pilar Sambil ajak Warga Donor Darah
Perlu diketahui Justin Frederick adalah korban penganiayaan yang dilakukan oleh FM di ruas Tol Dalam Kota, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (4/6/2022) lalu.
Justin Frederick adalah putra bungsu dari Indah Kurniawati, anggota DPR RI fraksi PDI Pejuangan. (red)
Editor : prass prasetyo