Aisyiyah Jawa Timur Sambut Milad ke-105
MERAHPUTIH I SURABAYA - Menyambut hari jadi ‘Aisyiyah yang ke 105, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur menghelat resepsi milad pada hari Sabtu, 20 Agustus 2022.
Berbagai acara diadakan untuk meramaikan milad tersebut, mulai dari sarasehan politik untuk perempuan, penyerahan bantuan untuk klinik Aisyiyah Ambulu & Brondong, penyerahan bantuan untuk guru TK Aisyiyah se-Jawa Timur, hingga bazaar umkm binaan Aisyiyah.
Menurut Enik, ketua acara milad yang juga pengurus Aisyiyah Jawa Timur, milad tahun ini adalah milad pertama yang diadakan secara hibrid. Sebelum pandemi, milad selalu diadakan luring. Dua tahun pandemi, Aisyiyah hanya mengadakan kegiatan daring.
“ketika situasi membaik, Aisyiyah ingin membuat perhelatan sekaligus memberi motivasi kepada para anggota Aisyiyah agar bangkit dan bersemangat menyambut era baru di abad kedua usia organisasi perempuan tertua di Indonesia ini.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut hadir dan memberikan sambutan pada acara yang dihadiri oleh 300 orang secara luring dan ribuan anggota Aisyiyah di seluruh Kabupaten/ Kota Jawa Timur melalui streaming youtube.
Gubernur Khofifah mengatakan pada Aisyiyah dan juga keluarga besar Muhammadiyah di Jawa Timur, memiliki peran yang signifikan, dari sisi kontribusi lembaga Pendidikan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi, bahkan program Doktor, untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim.
"Ini menjadi penting untuk pendorong percepatan, pemajuan Provinsi Jawa Timur," ujar Gubernur Khofifah.
Berdasarkan Nota Keuangan Presiden Jokowi, yang disampaikan pada tanggal 16 Agustus 2022 lalu, prioritas program 2023 adalah masih fokus kepada peningkatan kualitas SDM. Menurut Gubernur Khofifah, Organisasi Masyarakat (Ormas) salah satunya Muhammdiyah, memiliki peran besar mendukung peningkatan IPM.
"Dan itulah peran besar Muhammdiyah. Saya rasa bukan hanya di Jawa Timur, tapi juga di Indonesia, betapa Indeks Pembangunan Manusia dari sisi Pendidikan, peran Muhammdiyah luar biasa signifikan," imbuhnya.
Bahkan, Khofifah melihat peran Muhammdiyah dalam meningkatkan IPM di Jatim bukan hanya dari sisi Pendidikan, tetapi juga dari sisi Kesehatan. Bagaimana sejumlah Rumah Sakit Muhammadiyah juga turut memberi peran yang signifikan.
"IPM tinggal satu lagi dari sisi kontribusi ekonomi. Kita melihat bahwa perkembangan UMKM di lingkungan Aisyiyah juga luar biasa," tuturnya.
Oleh karena itu, peran dan kontribusi Aisyiyah pada Milad ke 105 ini, terutama pada penguatan IPM di Jatim, menurut Gubernur Khofifah luar biasa besar. Orang nomer satu di Jatim ini juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi tersebut.
"Mudah mudahan terus bertumbuh mencapai kemajuan kemajuan yang terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara," tegas Khofifah.
Sementara itu, acara Sarasehan Politik, yang menjadi puncak acara, menghadirkan Siti Zuhro, peneliti senior di Badan Riset & Inovovasi Nasional (BRIN). Profesor bidang ilmu politik itu mengajak seluruh perempuan ‘Aisyiyah bisa menjadi aktor politik yang cerdas untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat.
Pada kegiatan ini juga dilakukan peresmian pusat pelatihan milik Aisyiyah Jawa Timur oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini. Aisyiyah Training Center (ATC) adalah gedung pelatihan yang dibangun secara swadaya dari donasi anggota-anggota Aisyiyah, yang nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang program-program pemberdayaan perempuan, baik oleh Aisyiyah maupun lembaga lain.
“Aisyiyah didirikan oleh Ibu Walida Dahlan pada 1917 dengan semangat memajukan perempuan Indonesia. Maka, di usianya yang lebih dari satu abad ini Aisyiyah tidak boleh meninggalkan semangat berkemajuan yang dibawa oleh para pendiri organisasi. Aisyiyah harus proaktif terhadap problem masyarakat dan memberikan solusi nyata bagi bangsa dan Negara Indonesia” kata Chandra Dalilah, Ketua Aisyiyah Jawa Timur.
Chandra juga menambahkan, dalam rangka memberi motivasi agar Aisyiyah di tingkat daerah hingga ranting terus berinovasi dalam program pemberdayaan mereka, maka pada resepsi ini juga diberikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dengan program terbaik.
Acara tersebut juga dihadiri para utusan konsulat jenderal di Surabaya, Direktur Rumah Sakit dan Klinik Aisyiyah se-Jawa Timur, Perwakilan Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA), dan para tokoh masyarakat. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih