Warung NKRI Jadi Cara BNPT Tanggulangi Paham Terorisme dan Anti NKRI

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar pada acara dialog kebangsaan bertema “Pendidikan, Peradaban dan Masa Depan Indonesia”, yang berlangsung di Kampus UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Senin (5/12/2022).
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar pada acara dialog kebangsaan bertema “Pendidikan, Peradaban dan Masa Depan Indonesia”, yang berlangsung di Kampus UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Senin (5/12/2022).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia, menggelar dialog kebangsaan bertema “Pendidikan, Peradaban dan Masa Depan Indonesia”, pada Senin (5/12/2022).

Dialog kebangsaan yang dihadiri langsung oleh Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar ini, sekaligus meresmikan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI (Warung NKRI) di kampus UPN Veteran Jawa Timur. 

Komjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, Warung NKRI yang ke 17 ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi terhadap mahasiswa untuk mencegah meluasnya narasi propaganda, anti NKRI, serta anti konstitusi negara.

"Dikalangan masyarakat masyarakat yang menggelorakan semangat intoleransi, radikal terorisme. Maka program program warung ini, menjadikan program dialog yang melibatkan audiens dari berbagai entitas," ujarnya. 

Edukasi toleransi di warung ini dengan konsep dialog, melibatkan berbagai entitas, baik mahasiswa itu sendiri, tokoh pemuda dan pemudi, kalangan Pondok Pesantren hingga organisasi kepemudaan.

"Jadi itu adalah semacam narasi narasi yang kita kembangkan, agar masyarakat memiliki kewaspadaan terhadap penyebarluasan ideologi terorisme," imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UPN Veteran Jawa Timur Prof. Akhmad Fauzi menuturkan, sebagai Kampus Bela Negara, pihaknya merasa memiliki rasa tanggung jawab untuk bisa memberikan edukasi kepada mahasiswa, terutama dalam hal intoleransi, radikalisme, dan lain sebagainya.

"Jangan sampai ada di masyarakat akademis, terutama mahasiswa, ini mempunyai perilaku seperti itu. Karena bagaimanapun juga, mahasiswa itu adalah calon pemimpin bangsa kedepan," tegasnya.

Perlu diketahui, di Surabaya sendiri sebelumnya telah berdiri 2 Warung NKRI,yakni berada di kawasan Ketintang dan Ngagel. (red) 

Editor : prass prasetyo