Lia Istifhama, Daftar Pencalonan DPD RI Dapil Jatim

MERAHPUTIH I SURABAYA - Aktivis, Lia Istifhama, mendaftarkan diri maju pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur.

Dengan membawa berkas 12.180 dukungan, Lia Istifhama yang juga keponakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu resmi menyerahkan Dukungan Minimal Pemilih, Tahapan Pencalonan Perseorangan Dewan Perwakilan Daerah Pemilihan Umum 2024 di KPU Jatim, Kamis (29/12/2022).

“Semula data kami cek 17.000. Namun ternyata setelah dicek ulang, ada penumpukan data di Silon sehingga kami hapus yang ganda. Ini menunjukkan kecanggihan sistem Silon KPU. Namun kami tetap menyediakan sekitar 1000an KTP lagi sebagai bentuk cadangan jika masih dibutuhkan dalam tahapan berikutnya,” katanya.

Putri alm KH Masykur Hasyim ini mengatakan bahwa semua dukungan yang diterimanya tidak dipungut biaya sama sekali. 

“Alhamdulillah semua dukungan nol rupiah. Tidak satupun meminta embel-embel uang saat menyertakan dukungannya. Hal ini tentu menjadi pertanda baik bahwa banyak sekali masyarakat kita yang percaya bahwa proses politik memberikan benefit sosial. Dengan kata lain, politik tidak harus direlevansikan dengan money politics,” tuturnya.

Ditanya mengenai persiapan yang sudah dilakukannya, perempuan asal Surabaya ini menjelaskan bahwa proses running DPD sudah berjalan sejak 2021. 

“Sudah setahun lebih teman-teman relawan sounding di berbagai sosial media. Kami juga menyiapkan link google drive, google form, dan contact centre untuk pengiriman data dukungan, yaitu melalui pesan whatsapp. Namun memang pada kenyataannya, banyak yang justru datang langsung ke rumah dengan membawa data dukungan, juga mengirimkan via pos karena mereka ingin memastikan bahwa dukungan tersebut riil,” ungkapnya.

Maju sebagai calon senator mewakili Jawa Timur, wanita yang akrab disapa Ning Lia ini memiliki tagline Fokus, Tulus, Tembus.

Makna Tagline Fokus, Tulus, Tembus. Secara lugas, Doktoral UINSA tersebut menjelaskan makna ketiga kata tersebut.

“Fokus, menunjukkan bahwa seseorang jika menempuh proses yang diyakininya positif, maka harus tetap konsisten menempuh setiap tahapan tersebut. Jika kemudian dalam perjalanan ditemuinya kerikil, seperti dipertemukan dengan seseorang yang memiliki niat buruk terhadap kita, maka itu kita nilai sebagai dinamika yang harus dihadapi dan harus tetap bertahan menjaga fokus,” katanya

Kemudian kata tulus, lanjut Ning Lia menunjukkan bahwa proses yang dilaluinya harus didasari niat tulus berbuat positif. 

“Jika sebuah proses sebatas diukur materi, maka tentu berujung pada kesia-siaan karena hasil terbaik dalam sebuah proses adalah ketulusan atau mensyukuri setiap yang dihadapi. Di sini sudah terasa sekali rasa bahagia,” tuturnya.

Tembus, menurut Ning Lia adalah sebuah keoptimisan. 

“Bahwa proses positif yang dijalani bersama orang-orang baik di sekitar kita, Insya Allah memberikan konsekuensi yang baik pula bagi orang lain. Saya kira konsistensi hal positif akan menjadi indikator utama untuk meraih rasa cinta dari masyarakat, sehingga dapat menembus 4 besar dalam pemilihan DPD nanti,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jatim Choirul Anam menjelaskan syarat minimal dukungan yang harus dikantongi bakal calon adalah sebanyak 5000 dukungan yang tersebar di minimal 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.

"Ini menjadi syarat sebagaimana ketentuan lantaran jumlah penduduk Jawa Timur mencapai 20 juta jiwa lebih,"kata Anam.

Menurut Anam, KPU Jatim setidaknya menyiapkan 20 tim operator untuk mengecek apakah bakal calon sudah memenuhi persyaratan.

"Tanggal 30 Desember akan dilakukan proses verifikasi administrasi. Jadi, kalaupun ada yang kurang pas nanti akan ada waktu untuk perbaikan administrasi," jelasnya. (red) 

 

harianmerahputih.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top