Kenali Gejala Baru Covid-19

Lesi kaki di kaki menjadi indikasi seseorang terpapar Covid-19.
Lesi kaki di kaki menjadi indikasi seseorang terpapar Covid-19.

 

MERAHPUTIH|Jakarta- Dari awal penyebarannya ke Indonesia, virus Corona telah membunuh sebanyak 616 orang, dari tujuh ribu kasus yang ada. Tentu saja ini sangat mencengangkan sekaligus membuat miris masyarakat Indonesia.

Virus yang pertama muncul dikenali seperti gejala flu ini ternyata sangat mematikan. Seseorang yang terkena virus ini umumnya akan mengalami gejala sesuai kondisi pengidapnya. Jika pengidap menunjukkan gejala ringan, maka akan ditandai dengan pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, demam serta tidak enak badan.

Gejala akan berbeda ketika mulai memberat, infesi dapat berubah menjadi penyakit bronchitis, yakni infeksi paru pada saluran utama, pneumonia yang dikenal dengan paru-paru basah. Selain itu juga disertai demam, sesak napas, batuk berdahak dan nyeri dada.

Namun, belakangan muncul gejala baru yang harus diwaspadai, yakni munculnya lesi pada kaki penderita. Lesi pada jari kaki kebanyakan dialami oleh anak-anak atau remaja. Para beberapa pengidap yang didominasi anak-anak dan remaja dilaporkan terdapat lesi kecil pada kulit, terutama pada kaki.

Lesi merupakan jaringan pada kulit yang tumbuh tidak terkendali, baik dibawah maupun di permukaan kulit. Tanda pada kulit ini seperti di laporkan di berbagai media di Italia, Perancis, dan Spanyol. Lesi yang muncul sebagai pertanda Covid-19 ini berwarna keunguan, mirip dengan cacar air atau chilblains, yakni peradangan yang terjadi di pembuluh darah kecil di sekitar jempol kaki. Gejala ini sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya, tanpa meninggalkan bekas di kulit. Lesi bersifat jinak, biasanya berdiameter 5-15 milimeter yang disusul dengan sensasi rasa terbakar pada kaki selama lebih dari seminggu.

Bila mendapati pertanda ini segera lakukan check lengkap, mulai rapid test, swab dan beberapa pemeriksaan lain hingga hasilnya valid. Lakukan isolasi mandiri atau segera  ke satuan petugas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan. (ayn/allodokter)

 

 

 

 

Editor : Ayun Rahmawati